Think Creative!
Implementasinya tidak sesederhana kedengarannya. Bagi saya, berpikir kreatif itu sebuah kebiasaan dari rangkuman banyak pemikiran dan pengalaman dan juga kebiasaan.
Terlepas dari keseragaman ide dan pola pikir hasil dari bentukan lingkungan, kreatifitas itu membutuhkan keberanian. Setidaknya keberanian karena terlihat berbeda.
Nah, di game ke 9 kali ini, kami diminta untuk menjalankan tantangan 10 hari tentang berpikir kreatif. Saya menjalankan tantangan ini dengan anak, karena kreativitas ini identik sekali dengan lingkungan mereka yang masih anak-anak. Kreatifitas mereka bisa tak bertepi, tanpa batasan, hehehe ...
Seperti semalam, saat saya dan anak-anak ngeriung di kamar, menceritakan kejadian hari ini, Jani, anak saya yang terkecil, terlihat asyik dengan 'dunianya sendiri. Mengambil pashmina punya emaknya, dililitkannya ke badan dan dia melenggak lenggok bak model (sayang saya hanya sempat memotretnya saat "show"nya menjelang berakhir, hahahaha...).
Saya pikir dia sedang memperagakan menjadi model, tapi waktu saya tanya, dia bilang kalau dia sedang memperlihatkan ke calon pembelinya, bagaimana cara membuat baju dengan hanya menggunakan pashmina (ceritanya dia adalah penjual pashmina dan dia sedang memperagakan keunggulan pashminanya). Oooh ... hahahaha, baiklah (tampak jelas ya, siapa yang pemikirannya terkotak dan berasumsi pada umumnya🤣😁).
Dari kegiatan yang dilakukan Jani, saya berusaha melihat alur pemikiran creativenya. Bagaimana dia bisa mengalihfungsikan pashmina yang notabene untuk penutup kepala, tapi bisa beralih untuk menjadi baju versinya (meski yang terlihat hanyalah lilitan lilitan pashmina di tubuhnya, wkwkwkwk).
Seenggaknya Jani sudah belajar untuk melihat the other side dari sebuah benda. Tahapan seperti ini sangat diperlukan untuk bisa kreatif. Good job girl.
#tantangan10hari
#level9
#kuliahBunSayIIP
#thinkcreative


Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya