Chek In ... or Chek Out? (Jurnal Minggu ke 4)


Haduuuh ... saya terseok-seok di minggu ini. Apakah sebuah proses hebat itu akan selalu berlangsung seperti ini? Saat kita ingin melangkah lebih jauh dan lebih cepat, selalu saja ada hal-hal yang menarik kita untuk mundur. Seakan-akan Me VS The World deh, hahahaha ...


Minggu keempat ini, kami semua yang ada di mentoring program, diingatkan untuk saling check in. Saling cari tahu, apa yang sudah kami lakukan, perasaan kami menjalankan program ini, hubungan antar mantee dan mentor bagaimana, komitmen kami apakah masih tinggi dan juga rencana-rencana ke depannya. 

Sebagai mentor, secara garis besar, selama liburan kemarin hal-hal ini sebenanrya sudah saya jalankan. Menanyakan ke mantee apakah mereka tetap mau bersama saya melanjutkan mentoring program ini atau mau selesai karena tidak sesuai dengan prioritas mereka. Mereka saya berikan kesempatan untuk mau lanjut mentoring program ini atau tidak, tanpa merasa sungkan dan lain-lain. Dan empat-empatnya masih mau lanjut, alhamdulillah. 

Masing-masing mantee punya tujuan yang berbeda maka masing-masing dari merekapun sudah menetapkan tujuan, apa yang ingin mereka capai dalam mentoring program ini. Tugas saya hanya mensupport dari belakang dan mengarahkan bila memang dibutuhkan. 

Pic from google
Jam berdiskusi bersama saya memang bebas. Kapanpun mereka bisa kontak saya, selama saya available hahahahaa ... kok bisa? Ya, saya menyadari, kadang saya sendiri bisa longgar waktunyapun bisa sangat mendadak dangdut gitu. Selain itu teman-teman mantee sayapun, alhamdulillah... kesibukkannya bahkan lebih daripada saya. Begitupun dengan mentor saya. Jadi ... kami akhirnya menyadari soal jam pertemuan ini. Kesepakatan yang akhirnya kami setujui bersama adalah ... ayo semangat, yang penting kita jangan pernah berhenti belajar karena ini penting buat kita sendiri, tidak hanya sekedar kewajiban untuk menyetor jurnal".

Pembenaran? Rasnpanya tidak. Bukankah belajar harus diawali dengan hati ringan dulu untuk melakukannya? (Aaah, rasanya masih terkesan pembenaran ya? Hehehehe)

Jadi, setelah menyimak apa yang ibu Septi sampaikan soal check in, saya bergumam, "wah itu sudah saya lakukan". Meski akhirnya saya sadar, bahwa secara sistematis saya salah karena menempatkan proses check in terlalu awal di mentoring program ini. Sebaikanya, proses check ini ada di tengah-tengah proses, sehingga kita sudah punya gambaran yang jelas dengan apa yang sudah kita lakukan dan apa yang nantinya akan kita lakukan. 

Hubungan saya dengan teman-teman mantee dan menror saya cukup baik. Cukup intens juga. Meski tidak terlalu sering berkomunikasi, tapi kami cukup hangat saat berhubungan. Percakapan kami juga mengalir dengan lancar. Alhamdulillah, ssmua berjalan baik dan lancar-lancar saja. Kami juga masih ingin melanjutkan hubungan ini, masih ingin mencapai apa yang menjadi tujuan kami di mentoring program.

Pic from Pinterest
Tak ada rintangan yang tidak dapat ditaklukkan. Saat kami berkomitmen untuk dapat menjadi lebih baik, tanpa harus mengejar pengakuan dari siapapun, maka kami akan selalu baik-baik saja dengan langkah-langkah kecil kami. Kami hanya perlu tetap terus melangkah, meski itu hanya satu langkah kecil.


#jurnalke4
#tahapkupu-kupu
#buncek1
#institutibuprifesional 

Komentar