"Duh maaf banget, nggak bisa. Aku ada konferensi"
Kedengarannya agak belagukah? Hahahaha, tapi kenyataannya memang begitu. Saat ini, saya lagi asik dan fokus 'hadir' di Konferensi Ibu Pembaharu. Konferensi virtual bagi para perempuan dari Ibu Profesional. Event Konferensi Ibu Pembaharu (KIP) ini merupakan perayaan satu dekade Ibu Profesional.
Pelaksanaan event secara virtual ini tentu saja karena pertimbangan keadaan yang masih dalam situasi masa pandemi, yang rasanya sangat tidak memungkinkan menggelarnya secara offline. Dengan 1000 peserta konferensi yang terdaftar, bisa-bisa panitia kena semprit!! And you know? Kunjungan ke laman www.konferensiibupembahatu.id dihari pertama konferensi, hampir 800 ribu orang! Wow!!! (Jujur, nggak bisa banget nyembunyiin rasa bangga atas kerja teman-teman di belakang layar yang sungguh luar biasa!).
Apa yang membuat KIP layak untuk dihadiri? Percayalah, ini bukan saja karena saya bagian dari Ibu Profesional (saya mahasiswi yang udah lulus -yeeiiiii- dari kampus Pembaharu, kampus untuk mahasiswi kelas Bunda Saliha), tapi ..., kehadiran 14 perempuan pembaharu yang hebat sebagai narasumber, dengan berbagai tema yang diangkat, sungguh sebuah harta karun! Banyaaaaaaaak pake banget, inspirasi dan insight dari perjuangan mereka menyelesaikan masalahnya dan menghasilkan aksi yang berupa solusi. Tidak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk orang lain. Speechless, betapa mereka sangat konsisten dan teguh dengan apa yang dikerjakan meski menghadapi berbagai tantangan yang tak mudah. Semangat untuk berdaya, fokus dengan apa yang dikerjakan, sungguh merupakan 'teguran' sayang yang saya rasakan karena hati masih tergerak separuh. Sungguh luar biasa mendengarkan cerita mereka langsung di KIP ini. Perempuan-perempuan ini sungguh sosok yang luar biasa. Padahal KIP ini baru berlangsung 3 hari (KIP berlangsung dari tanggal 17-22 Desember 2021, dan saya baru menyaksikan 6 narasumber dari 14 nara sumber yang ada), saya sudah merasa speechless dengan banyaknya inspirasi dan insight yang luar biasa yang saya dapatkan dari narasumber.
| Jadwal Konferensi |
Dan yang membuat KIP ini berbeda, menurut saya, dibandingkan konferensi di tempat-tempat lain adalah para narasumber. Banyak sekali nama-nama yang asing ditelinga saya. Nama yang nyaris tidak pernah saya dengar sebelumnya. Hanya satu dua yang saya familiar dengan narasumber. Dan suprisenya, ada satu narsum yang saya cukup tahu perjalanan karirnya! Mbak Siti Julaihah aka mbak Juju. Huaaaaaa saya suprise banget sewaktu flyer beliau dimunculkan dan dikenalkan yang saya lihat di Fanpage Ibu Profsional. Saya mengenal beliau secara gak sengaja sewaktu kami bareng-bareng menunggu anak kami lomba menggambar. Dan waktu itu mba Juju baru menulis buku pertamanya, Jurnal Cinta Andromeda. Sekarang beliau tampil, sebagai content creator dari channel YouTube miliknya, Ceceromed Kitchen, yang kurang dari dua tahun, berkembang dengan pesat! Deretan narasumber ini, memang memancing saya untuk cari tahu, siapa sih mereka. Dari baca dan mencari tahu profil mereka di media sosial, sudah membuat saya kagum. Eeeh, pas ngisi dan menyampaikan langsung di KIP, cuma satu kata SPEECHLESS π.
Satu benang merah yang menyamakan para narasumber hebat ini adalah aksi mereka berangkat dari masalah yang mereka hadapi. Mereka mencari solusi, yang tidak hanya untuk menyelasaikan masalah mereka sendiri tetapi juga mampu untuk menjadi solusi bagi orang lain. Mereka semua memulainya dari titik 0 (nol) beberapa tahun lalu. Sama seperti kita mungkin saat ini. Dan inilah yang sangat menginspirasi. Bahwa siapapun perempuan di luar sana, dengan kondisi apapun bisa melakukannnya.
| Inilah deretan narasumber, Perempuan Pembaharu yang luar biasa |
Duh, beneran betapa meruginya kamu yang nggak ikutan! Berdoa saja, semoga ada link setelah konferensi ini, yang bisa diakses sama teman-teman π.
Kekagumana saya menghadiri konferensi ini tidak hanya dijajaran para narasumber yang kerennya kelewat banget π, tapi juga tampilan virtual KIP yang sangat up to date. High digital banget! Gak kebayang, para ibu ataupun perempuan yang tidak begitu familiar dan merasa ribet dengan segala hal yang berbau digital (uppss, terkecuali yang berbau-bau check out, e wallet gitu yaaaa π), disuguhi dengan tampilan 3D 360° dan jelajah virtual yang sangat MUDAH! Mobile friendly pulak! Di konferensi ini kita juga bisa belanja-belanja dan 'bungkus' oleh-oleh! Ada 48 booth yang bisa dikunjungi. Haduuh, sungguh ini kesukaan emak-emak banget yang perlu sangat untuk disisipi, hahahahaa. Apresiasi saya buat teman-teman perumus dan penggagas event ini, kerja kalian luar biasa! Terima kasih sekali sudah memberikan pengalaman yang hebat di KIP ini (aaah, kupeluk dululah kalian satu-satu!π€).
| Tangkapan layar suasana lobi KIP |
Kebahagian saya di KIP ini juga karena ikut terlibat dievent keren ini menjadi MC untuk Pembukaan Konferensi Ibu Pembaharu dan moderator di hari kedua dengan nara sumber Siti Julaihah, S.S, M.Hum. Senang sekali rasanya bisa ikut berkontribusi. Jadi falshback dua tahun lalu, saat Ibu Profesional mengadakan Konferensi pertama di Jogjakarta, Konferensi Ibu Profesional. Saya hadir sebagai salah satu peserta Call For Papper (saya hadir lewat video KLiK karena waktu itu saya sedang berada di Jakarta, menghadiri event si sulung di Istana Negara). Bersyukur, ada dan terlibat didua event besar yang pernah diadakan oleh Ibu Profesional.
| Sebagai MC di Pembukaan Konferensi Ibu Pembaharu, Sabtu, 18 Agustus 2021 |
| Sebagai moderator dengan narsum Siti Julaihah S.S, M.Hum dengan teman "Wanita di Era Digital", Sabtu 18 Desember 2021 |
| Bersama teman-teman IPEDIA Jum'at, 17 Desember 2021 |
| Bersama tim belakang layar saat IPEDIA on screen |
| Tim belakang layar di Pembukaan KIP |
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya