Membacapun Membutuhkan Good Mood

Weekend... saatnya Jani bebas memilih buku yang disukainya. Dan seperti biasa, dia langsung mengambil serial komik Fantasteen terbitan Muffin Graphics. Kali ini yang dibacanya, seri "Mysterious Mirror".



Kesukaannya dengan serial-serial misteri atau horor itu, memang sudah lama. Kalau saya tanya, mengapa suka dengan cerita-cerita seperti itu? Dia bilang sih asik, karena lebih berasa suasananya. Ikut-ikutan tegang, tambahnya. Kadang, dalam satu waktu Jani bisa sekaligus membaca dua sampai tiga buku komik dengan latar belakang horor atau misteri. Yang saya amati, saat dia membaca komik serial horor atau misteri ini, Jani benar-benar khusuk, tanpa suara dan asyik dengan bacaannya. Agak berbeda dengan kebiasaannya yang suka bersuara bila membaca. 


Di hari kesepuluh tantangan ini, antusiasnya untuk tetap konsekuen membaca turun naik. Dan cukup turun drastis memasuki hari ke tujuh. Mungkinkah karena saya, kurang maksimal menemaninya dalam kegiatan ini?. Dengan kondisi saya yang kurang fit, dan antusias saya yang tidak terlalu menggebu-gebu, rasanya Jani jadi tertular. Rasanya mood untuk membacanya entah kemana perginya. Setiap baru baca beberapa lembar, dia tertidur dan kami tidak sempat berdiskusi tentang isi bacaan. 

Sama seperti malam ini. Dari awal saya sudah bisa membaca keenggananya untuk bersentuhan dengan buku. Tapi, waktu saya ingatkan bahwa hari ini, dia belum setor bacaan ke saya, segera dia beranjak ke rak buku dan mengambil buku yang ingin dibacanya. Setelah selesai membaca, sepertinyapun belum tuntas dibacanya, diapun tertidur pulas. Dan saya? Jadi ikutan mengantuk. Semoga besok di hari Minggu, rencana ke toko buku untuk membeli buku bacaan yang baru, bisa menjadi mood booster, untuk Jani dan saya juga tentunya, agar bisa tetap konsisten menyuburkan pohon literasi kami.

Masih belum lebat daunnya 😊


#HariKe10
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustToChangeFirst

Komentar