Pelajaran Dari Princess Aziza



Masuk hari ketujuh tantangan di game level 5 ini, Jani masih rutin melakukan kegiatan membaca. Alhamdulillah, belum ada bolongnya. Tapi berbeda dengan kegiatan menulis. Sudah dua hari ini, Jani stop menulis di jurnal membaca miliknya. Alasannya sih, karena masih UTS (hmmm... sebenarnya sih tidak ada korelasinya ya, tapi baiklah, saya coba menerima dan memahami alasannya). Saya lebih curiga, karena rasa malas bukan karena sedang UTS ๐Ÿ˜†.

Kali ini buku yang dipilihnya adalah buku serial Islamic Princess "Pengorbanan Princess Aziza" karya Beny Rhamdร ani, penerbit DAR! Mizan. Buku ini berupaya mengenalkan anak-anak tentang Asmaul Husna lewat dongeng yang dikemas menarik. Meski ini juga bukan buku baru dan sudah berulang kali dibaca Jani. 

Dan saat kami berdiskusi mengenai isi buku ini, saya dapat menyimpulkan bahwa Jani sudah mampu untuk menarik kesimpulan isi bacaan. Dapat menggarisbawahi, hal-hal baik apa saja yang patut untuk diteladaninya.

"Berkorban itu tidak boleh meminta imbalankan, bun?. Kayak princess Aziza, berkorban demi ibunya, karena Aziza sayang sama ibunya. Aku juga nanti gitu sama bunda. Mau berkorban untuk bunda".

Alhamdulillah. Terima kasih ya dek Jani. 

Daunnya mulai banyak ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


#HariKe7
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Komentar