Matematika = Bosan?


Memasuki hari ketujuh, semangat Jani untuk menjakankan tantangannya semakin mengendor. Ini sepertinya lebih banyak salahnya disaya dalam memberi stimulusnya. Penagruh dari emaknya yang juga tidak begitu suka dengan angka๐Ÿ˜†. Dan tadi siang dia bilang, kalau dia nggak mau ngerain bunda nanti anter Danish

Jadi hari ini, saya lebih banyak memperhatikannya dan mencari-cari celah mana yang saya bisa eksplor lebih dalam lagi.

Sehubungan dengan kemampuan berpikir logis matematika, maka saya melihat kemampuan berpikir logisnya sudah lumayan, meski menurut saya belum begitu baik. Seperti saat Jani menceritakan prakarya yang dikerjakannya di sekolah. Banyak teman-temannya yang tidak selesai mengerjakannya dan terpaksa harus dibawa pulang untuk besok dibawa kembali. Waktu saya tanya kenapa teman-temannya banyak yang belum selesai, sedangkan dia sudah?

Penjelasannya cukup runtut dan Jani sudah bisa menarik kesimpulan dari fakta-fakta yang dilihatnya. Bahwa teman-temannya belum menyiapkan beberapa bahan dari rumah, tidak menyimak bu guru waktu memberi contoh menggunakan malam untuk membuat orang-orangan sawah, sehingga saat waktunya selesai, pekerjaannya belum rampung.

Untuk berpikir logis, Jani cukup mampu melakukannya. Tapi saat saya mulai memasukkan dan melibatkan angka, reaksinya sangat jauh berbeda. Saya merasa stuck dan mentok disitu, tidak bisa kemana-mana. Entahlah kalau besok.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs



Komentar