Sudah dua kali ini Jani ikut dalam kegiatan Happy Ramadan Kareem Ibu Profesional Semarang, di mesjid Diponegoro, Jl. Atmodirono. Minggu kedua ini, dia sangat antusias untuk bisa segera datang. Dan sudah menyusun palnning bahwa dia akan bantu menempelkan sticker dan ikut membantu membagi-bagikan paket berbuka. Saya yang siangnya masih sibuk menyelesaikan pekerjaan, sudah ditagih untuk segera bersiap-siap.
Agak sedikit kecewa saat sampai di lokasi acara. Nasi kotak sudah ditempeli sticker, voucher paket berbukapun sudah disebar. Jadi, hanya tinggal duduk mendengarkan Taushiyah dari ustad. Dan... Janipun nggak betah duduk lama, berkali-kali dia bilang, ada yang bisa aku bantu nggak bun?
Setelah taushiyah selesai, dia langsung melesat keluar mesjid untuk segera membantu membagikan paket berbuka. Karena tim minggu ini yang bertugas adalah tim Semarang Selatan, jadi saya hanya mengamati dan memonitor saja apakah kegiatan sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Keinginany untuk bantu-bantu membagikan paket berbukapun, ternyata gak kesampean. Karena sudah banyak orang yang menghandlenya. Meski dia kecewa, Jani berusaha menerimaya.
"Tante-tantenya kerjanya cepet kok, Bun. jadi aku nggak perlu bantuin".
Ada hal lain yang menarik hatinya. Di kegiatan tersebut, Jani mulai mengajak beberapa anak yang sebayanya (atau lebih kecil sedikit) untuk ngobrol dan bermain. Ini cara dia menghilangkan jenuh dan kecewa, hehehe... Biasanya, Jani agak susah untuk mengajak orang lain., masuk ke dalam lingkarannya. Tapi, disituasi tadi, dia cukup lancar dan smooth untuk berbaur, tertawa, berlari dan meminta saya untuk jangan buru-buru pulang.Wah, hikmah dibalik kecewa dengan pembagian paket berbuka ya dek, hahaha...
Sejatinya memang anak-anak akan dengan sendirinya mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya. Kita tidak perlu terburu-buru membantunya. Biarkan dia sendiri yang berusaha mencari dan mengupayakannya. Karena pada saat mereka menemukan jawaban sendiri dari kegagalan mereka, maka meraka belajar banyak hal. Mulai dari belajar bahwa Allah adalah Sang Perancana Hidup yang absolut. Jani juga belajar menerima kenyataan yang tidak sesuai harapannya dengan hati yang legowo,. Good job, dek.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
(Maafkan saya yang sering kelupaan motret, momen-momen indahnya)



Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya