Setelah rehat beberapa pekan, tantangan di kelas Bunda Sayang mulai memasuki semester baru. Kali ini tantangan berupa pengamatan terhadap pasangan atau anak. Yang diamati adalah hal-hal baik yang merupakan kelebihan dan kebaikan pasangan atau anak. Dan... yep, ditantangan ini, saya dan Jani, anak bungsu saya, berpartner.
Sebagai Ibu dengan tiga anak perempuan, rasanya agak susah menghilangkan kelatahan saya untuk membandingkan satu sama lainnya. Meski saya sadar betul bahwa hal tersebut tidak baik dan tidak adil tentunya untuk anak-anak saya. Dalam proses belajar untuk bersikap lebih baik terhadap anak-anak, saya selalu mencoba berusaha menjadi pendengar dan pengamat yang baik disetiap kesempatan.
![]() |
| Si Pencerita handal |
![]() |
| Lagi berperan sebagai Ibu peri nan bijak 😁 |
"Ayolah...kau tidak bisa selalu jahat begitu. Bagaimana perasaan temanmu? Apakah kau mau hidup sendiri?. Kau tak lihat hatinya hancur?"
Ahaayyyy... sepotong kalimat yang diucapkannya ini, membuat saya senyum-senyum sendiri. Apalagi saat dia menanyakan kata-kata yang sebenarnya dia sendiri tidak begitu paham maknanya, ke saya, "Bunda, hati hancur itu maksudnya gimana sih?"
Nah. lho?
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang



Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya