Penasehat Yang Baik (Day 6)


Puasa kali ini Jani meminta ke saya sepasang kelinci apabila puasanya full selama bulan Ramadan. Buat saya, keinginannya berpuasa dengan iming-iming ini, masih bisa saya maklumi. Toh, belum dikenakan kewajiban baginya untuk menjelankan puasa Ramadan. Dan bila masa pengenalan dan latihan pembiasaan ini yang ditujunya adalah reward, tak mengapa. Biarkan saja. Ada saatnya dia akan memahami makna puasa seiring dengan bertambah pemahamannya tentang ibadah di bulan Ramadan. Kewajiban saya adalah mengenalkan dan membiasakannya dengan ibadah-ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan.

Dalam minggu pertama ini, beberapa kali dia merasa ingin membatalkan puasa karena merasa tidak kuat menahan haus sehabis pulang sekolah. Saya tidak memaksanya untuk meneruskan jika dia memang tidak kuat. Tapi biasanya, saya sering mengingatkan akan janjinya sendiri di bulan Ramadan kali ini. Mengajarkannya untuk belajar konsekuensi dan patuh dengan apa yang dijanjikannya. Dan samapai saat ini, cukup berhasil untuk menundanya membatalkan puasa hingga waktu Maghrib tiba, hehehe...
Sumber : Google
Siang kemarin dia cerita, kalau di sekolah banyak temannya yang tidak puasa. Bahkan beberapa  teman sekelasnya sering menggoda teman-teman yang lain dengan makan dan minum di depan mereka yang sedang berpuasa. Waktu saya tanya, apa dia jadi tergoda pengen makan dan minum? 
"Nggaklah Bun. Aku nggak kepengen kok. Cuma aku kesel juga sih, kalau dia nggak puasa ya jangan makan di depan Erlinda. Kan kasihan Erlindanya jadi pengen batal, nggak kuat. Ngiming-ngimingi kayak gitukan, dosakan Bun?"

Oh soal Erlinda, dia adalah salah satu teman sekelasnya yang bertubuh kecil dan kurus. Menurut Jani, Erlinda ini seringkali kondisinya tidak fit, sering sakit. Dan bisa jadi, puasa cukup berat baginya. 

"Terus adek apain temen yang nggodain Erlinda?"
"Aku suruh makan dan minumnya jauh-jauh, nggak boleh dekat-dekat sama yang lagi puasa. Aku bilang sama temenku itu, kalau dia harusnya bisa ngerasain teman-teman yang lagi puasa. Kan kasihan, yang lagi puasa, nahan buat nggak minum dan nggak makan. Kayak Bunda yang sekarang lagi nggak puasa, kan nggak makan dan  minum di depanku, jadinya akukan nggak kepengn batal."
"Temennya marah nggak dibilangin kayak gitu?"
"Hmmm...nggak tau sih, cuma langsung pergi gitu aja. Tapi nggak apa-apa wis, daripada Erlinda batal puasa, kan eman-eman Bun".

Beberapa kali saya memergoki Jani sedang "menasehati" temannya pada saat saya menjemputnya pulang sekolang lebih awal. Dapat cerita juga dari wali kelasnya, kalau Jani diantara teman-temannya, adalah sosok yang dianggap "bijak", sering dimintai nasehat dan pendapat sama teman-temannya. Dan dia cukup berani untuk menegur temannya yang dianggap salah. Saya melihat, ada sisi leadership dari dirinya, tapi entahlah... saya belum melihat dan mengamatinya lebih detail.

Soal menasehati ini, seringkali mamaknyapun kena. Kata-katanya seringkali menyetil saya, hahaha...
Seperti kemarin sewaktu saya kepergok minum sehabis masak untuk berbuka.

"Kalau nggak puasa, berarti opornya nanti jangan keasinan ya Bun" 

Hahahahaha... jadi selama ini masakannya keasinan ya dek?


#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang

Komentar