Mengeksplor apa yang menjadi kelebihan anak, adalah tugas kita sebagai orang tua. Kadang tugas ini dapat dilakukan dengan mudah tetapi tidak jarang, banyak orang tua yang kesulitan untuk meraba-raba, mencari, mengetahui dan menemukan potensi atau kelebihan anak dalam waktu yang cukup lama.
Diusianya yang genap sembilan tahun di tanggal 20 Mei kemarin, saya sebaiknya sudah mampu untuk memetakan bakatnya. Mengajaknya untuk membuat visioning board tentang bakatnya tersebut. Dan jujur, itu belum saya lakukan (baiklah, ini PR untuk saya ya). Saya masih menjalankan apa yang terlihat jelas dari pengamatan saya bahwa Jani cukup kuat di linguistiknya dan memiliki sifat empati dan sosialnya yang cukup tinggi.
![]() |
| Cover buku antologi pertama Jani 😊 |
Sewaktu kami para orang tua ikut dalam acara pamitan perpisahan tersebut, bu Tanti, wali kelas tersebut, sempat mengobrol sama saya tentang banyak hal termasuk obrolan tentang Jani. mengenai sifat dan sikap Jani yang selama ini membuatnya terkesan. Menurut beliau, meski secara akademik Jani termasuk murid yang kemampuannya rata-rata, tetapi Jani memiliki sifat yang sangat menyenangkan, ringan tangan, mandiri, hormat dan santun serta baik hati terhadap teman-temannya. Dan untuk anak seusianya, Jani adalah teman yang bijak. Selain itu, bu Tanti juga menyampaikan bahwa Jani memiliki kemampuan dan kebisaan dalam menulis, pemilihan katanya cukup baik dan saya sebaiknya memberikan fasilitas yang menunjang kepada Jani untuk belajar menulis.
Wah... obrolan singkat dengan wali kelasnya itu, terus terang cukup membuat saya suprise soal tulis menulis ini. Karena selama ini Jani tidak terlalu suka menulis. Di rumahpun saya jarang melihatnya menulis. Tapi, memang seringkali saya dihadiahi note-note kecil, ungkapan sayangnya dan juga kadangkala permintaan maafnya bila dia berbuat salah, yang seringkali diselipkannya di tas kerja atau meja kerja saya (yep, so sweet dan moodbooster banget untuk mamak-mamak kerja kayak saya). Bahkan soal tulis menulis ini sendiri, sewaktu dia duduk di bangku kelas satu, dia pernah meminta langsung ke wali kelasnya untuk bisa mengikuti semua ujian secara lisan. Waktu ditanya kenapa, jawabannya karena dia nggak suka menulis, capek! Huahahahahaha.... dan mamaknyapun dipanggil untuk menghadap wali kelas.
Saat ini, yang saya lakukan adalah sebanyak mungkin memberikan refrensi kepadanya tentang cerita anak-anak. Mulai dari memperbanyak koleksi buku cerita anak, berlangganan majalah anak (tentu saja majalah Bobo, majalah mamaknya dulu waktu kecil, hahahaha...), menstimulusnya untuk menulis cerita-cerita pendek sehari-hari dan sekarang ini... mamak dalam misi "merayunya" untuk mau bergabung dengan klub menulis anak-anak.
#semuanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kuliahbundasayang



Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya