Anjani Guru Kecilku Yang Luar Biasa

My Shining Star
Aginda Quinsha May Anjani. Putri ke tiga saya, si bungsu yang kerap kami panggil, Jani.  Namanya berarti anak perempuan yang bijaksana. Usianya saat ini sembilan tahun. Dan hadirnya, meski pada awalnya bukanlah bagian dari planing kami, Dua Anak Cukup, hehehe ... tapi, kami tepatnya saya, sangat bersyukur atas kehadirannya.

Jani adalah guru saya. Dia mengajarkan banyak hal pada saya. Benar-benar ajaran yang saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya bualan teori.

Jani dengan segala keistimewaannya, banyak membuka mata saya tentang arti lain dari sebuah kebanggaan. Dua kakaknya hadir dengan segala kebisaan dan kemampuan akademik di atas rata-rata. Dan bohong saja kalau anak dengan pencapaian akademik yang bagus itu, tak membuat orang tuanya bangga. Saya dulu begitu ....

Sekarang saya mampu memaknainya berbeda. Dan itu semua berkat hadirnya Jani. Kalau saja Jani hadir dengan kemampuan yang sama dengan kedua kakaknya, niscaya ... saya pasti masih memegang prinsip kebanggaan yang lama. Semua berpatok angka, nilai dan prestasi akademis untuk mengukur dan menilai seseorang.

Waktu hanya ourtime berdua saja
Jani mengajarkan saya bahwa ada hal-hal penting lainnya yang selama ini luput untuk saya amati dan apresiasi. Benar-benar mengapresiasinya, bukan hanya kata-kata atau teori saja. Darinya, saya belajar untuk mencari sisi terbaik dari setiap orang yang saya temui. Melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda. Membuat saya jauh lebih menerima kondisi apapun itu. Tentu saja ini membuat hidup saya jauh lebih ringan dan indah. 

Saya bangga dengan kepekaannya yang tinggi, bangga dengan kemampuannya menyusun kalimat-kalimat penyejuk hati, bangga dengan kemandiriannya, bangga akan keringantangannya,, bangga akan kepeduliannya dan bangga-bangga yang lain .... yang tak bisa engkau nilai dengan angka. Mendapat laporan dan cerita dari wali kelasnya, betapa dia mampu merangkul teman-teman sekelasnya, betapa dia sungguh mandiri dan penolong ... menghangatkan hati saya, dan sungguh ... itu jauuuuhhh membuat saya "bangga". Hanya karena Allah SWT yang membuat ini terjadi ... menggerakkan dan melembutkan hati-hati kami.

Tak pernah salah untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja. Tidak semua orang butuh panggungkan? Buat saya, Jani tidak perlu panggung untuk menjadi bintang. Diapah bintang dalam hidup saya.

#AliranRasa
#GameLevel7
#KuliahBunSayIIP
#SemuaAna


Komentar