Menikmati Proses Berpikir Kreatif (Day5)

Tinggal di rumah eyang selama renovasi rumah berjalan, ada kegiatan yang menyenangkan untùk Jani, yaitu menjaga keponakan laki-lakinya yang baru berusia 10 bulan. 

Sepulang sekolah sebelum melanjutkan untuk berangkat TPQ, atau sesudah pulang dari TPQ, Jani selalu menyempatkan 'momong' keponakannya. Dan kesukaan Ibra, keponakannya itu adalah Jani nyanyi dan joget, hehehehe ... Keponakannya lagi senang-senangnya belajar meniru dan juga berinteraksi lebih intens.

Karena Si tante kecilnya ini suka banget videoin segala aktivitasnya, maka 'materi momong' ponakannyapun tidak luput dari hal-hal yang berbau recording. Merekam dirinya dalam aplikasi snapchat untuk bisa memberi hiburan ke Ibra, keponakannya.

Waktu saya tanya, kenapa tidak langsung aja dek? 
"Kadang aku suka ngantuk dan capek kalau pas momong Ibra. Jadi kalo sudah ada videoku, kan tinggal putar saja, Bun". 


Yep, kadang memang kita dituntut untuk bisa berpikir dan mencari solusi dari permasalahan yang kita miliki. Jangan lihat betapa sederhananya solusi yang dihasilkan, tapi saya melihat ada proses berpikir kreatif yang berasal dari dirinya sendiri. Jani belajar menemukan solusi dari masalah yang dihadapinya.

Ide untuk membuat video dir8nya dengan aplikasi snapchat, pasti bukanlah proses instan. Munculnya ide tersebut, karena Jani melihat ada hal yang bisa dilakukannya dari aplikasi Snapchat ini untuk membantu permasalahannya.

Nah, mendorongnya untuk terus belajar berpikir agar dapat menghasilkan solusi dari permasalahan yang dihadapinya, juga adalah kebiasaan-kebiasaan yangbharus terus menerus saya sampaikan ke Jani, Mulai dari menggali dan mengenal permasalahannya dan mendorongnya untuk menemukan solusinya.

"Enaknya, gimana ya dek ini ...."
"Kalau begini, bisa nggak menurutmu?"

Sesering mungkin mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memancing proses berpikirnya, akan menjadi guidance yang bagus untuk Jani. Dan yang pasti, mengharagi setiap hasil dari proses berpikirnya. Meski solusi yang didapatnya barangkali menurut kita, sangat sederhana. 


Seperti yang sudah disampaikan di awal-awal tadi bahwa jauh lebih penting menghargai proses berpikir kreatifnya dibanding solusi yang dihasilkan. Masih tahap belajar, solusi yang dihasilkan tentulah yang masih sesuai dengan usianya. Yang utama adalah membiasakannya untuk menikmati prosesnya dan menjalankannya dengan senang hati.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative





Komentar