Hari ini anak-anak semua ikut mamak ketemuan dengan teman lama semasa kuliah. Bertempat di salah satu mall, anak-anak girang banget, karena libur panjang kali ini plus ditambah acara renovasi rumah, maka kami lebih banyak di rumah, nggak kemana-mana.
Mereka sudah siap dengan dompet masing-masing. Karena saya wanti-wanti silahkan kalau mau jajan atau beli-beli yang bukan kepentingan sekolah, maka silahkan untuk pakai uang sendiri. Dan ini mereka sudah sangat paham, hehehehe...
Setelah ketemu dengan dua teman kuliah si emak dan cukup puas ngobrol, meski sebenarnya masih pengen lebih lama lagi, tapi apa daya... anak-anak sudah mulai bosen disuruh menuggu selesai obrolan, yang naga-naganya nyaris nggak bakalan selesai-selesai. "Pajak" mereka biasa ... makan. Mereka pesan sendiri makannya dan saya meminta danish untuk membayarnya. Karena saya tidak tahu, berapa total harga yang harus dibayar, maka saya serahkan dompet saya untuk dibawa Danish.
Nah, setelah bayar ... Danish nyeletuk, "Bun, emang dompet Bunda itu, uangnya harus dikelompok-kelompokin gitu?" .
![]() |
| Seneng aja kalo ngeliatnya rapi berbaris begini dalam dompet 😁😆 |
Tapi, entah mengapa, saya merasa risih saja bila susunan uang di dompet gak sama, wkkwkwk. Saya pernah baca sebuah artikel keuangan , sudah lama dan saya lupa siapa yang menulisnya waktu itu. Inti dari tulisan itu adalah bagaimana kita memperlakukan uang sebaiknya, termasuk menyimpannya dalam dompet! Apapun yang ada di dunia ini saling tarik menarik dan memiliki hubungan sebab akibat. Tidak ada yang terjadai begitu saja. Termasuk uang. Maka saat kita memperlakukannya dengan baik dan bijak, maka uangpun akan "baik dan bijak" terhadap kita. "Tempat berkumpul" yang nyaman dan rapi, bisa "menarik" uang yang masih di luar sana hahahha...Kalau saya mah, senang aja lihat dompet rapi, hiihihi.
Inilah yang saya ajarkan ke Danish untuk mulai menyusun dengan baik dompetnya. Mungkin terlihat sepele ya, tapi untuk memulai langkah kecil dalam mendapatkan sebuah kebaikan kadangkala kita hanya butuh langkah kecil yang benar-benar diniatkan. Dan bagaimana mau cerdas financial, sedangkan kita semena-mena memperlakukan uang. Jadi awali dulu dengan niat baik untuk menghgai uang sepantasnya.
#HariKe6
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiituPastiKemulianlahYang Dicari
#CerdasFinansial


Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya