Pertimbangan Sebelum Membeli (Day4)



Mengajak anak untuk berdiskusi soal keuangan, memang harus disampaikan sesederhana mungkin dan pastinya disesuaikan dengan usia mereka. Agar mereka paham dan tau  bagaimana mengimplementasikannya dengan tepat dan benar.

Obrolan-obrolan sederhana seputar dunia mereka cukup asyik kok untuk dijadikan sarana mereka paham akan keuangan. Saya suka mengajak anak-anak untuk membuat perhitungan sederhana tentang nilai sebuah barang. Apakah barang yang akan mereka beli nilainya sudah sesuai dengan manfaatnya? Perlukah barang tersebut  bernilai sekian rupiah? Apa tujuan kita membeli barang tersebut? Dan masih banyak lagi obrolan kami seputar pertimbangan-pertimbangan untuk membeli sesuatu.

Tempat pensil pilihan Danish, cantikkan?
Seperti beberapa hari lalu, Danish akan membeli perlengkapan sekolahnya. Salah satu barang yang ingin dibelinya adalah tempat pensil. Di toko buku yang terkenal itu, pilihan tempat pensil yang bagus dan lucu-lucu, banyak banget. Dan tempat pensil yang diinginkannya harganya cukup mahal (menurut Danish). Karena merasa eman-eman mengeluarkan uang cukup besar untuk sebuah tempat pensil, maka Danish mencoba mencari yang lain. Cukup lama memilih dan mempertimbangkan tempat pensil yang relatif lebih murah dan bagus. Hingga pilihannya jatuh ke tempat pensil bergaris-garis putih hitam dengan harga Rp. 32.000,- (harganya 3x lipat lebih murah dari pilihan pertamanya). Tempat pensil inipun cantik dan lucu menurut saya. Roomy banget, bisa menampung banyak peralatan tulisannya. Pilihan bagus.


Pilihan yang tepat hasil dari pertimbangan yang matang 👍🏼

Anak-anak saya biasakan untuk menimbang dengan cermat terhadap barang yang ingin dibeli. Apapun itu. Bahkan untuk jajan sekalipun. Ini bukan soal pelit tapi lebih kepada penggunaan uang secara bijak. Kita seringkali beli sesuatu dan akhirnya menyesal, right? (emaknya aja kadang masih suka begini loh, hahahaha). Bukan berarti pula harus membeli barang yang serba murah. Nilai itu akan sangat relatif. Ada rupa ada harga, ya kan? Tapi setidaknya, pada saat mereka menentukan pilihan barang yang akan dibeli, mereka tahu manfaat barang tersebut dan barang yang dibeli, tidak sia-sia. Dan pastinya disesuaikan dengan kondisi keuangan mereka.

Kadang mereka bertanya mengapa harga sebuah barang bisa sangat mahal dibanding barang sejenis lainnya? Biasanya sih, saya minta mereka untuk amati, mengapa barang tersebut, menurut mereka, jadi mahal. Dari situ mereka ketemu jawaban yang intinya, kalau kita cermat, banyak kok barang yang tidak terlalu mahal tapi mempunyai manfaat/kemampuan yang sama dengan yang mahal.

Kalau dulu Danish ingin membeli barang maka saya sebagai "kontrol"nya, tapi sekarang  dia sendiri yang berperan 100%, saya lebih banyak hanya mengamati dan melihat keputusan yang diambilnya. Masih sering salah dan keliru, tapi itu baik buatnya agar dia jauh lebih paham. Bagaimana kita tahu sesuatu itu BENAR kalau kita tidak pernah tau SALAH itu seperti apa.



#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemulianYangDicari
#CerdasFinansial

Komentar