Tak Ada Rotan, Akarpun Jadi (Day2)

Sudah berjalan satu bulan, kami sekeluarga tinggal di rumah eyang. Renovasi rumah masih berjalan. Dan sepertinya, kami akan tinggal di sini sampai dua, tiga bulan ke depan. 

Karena 'mengungsi' ke rumah eyang hanya membawa barang-barang yang diperlukan saja, maka banyak printilan barang-barang yang memang ditinggal dan dibungkus plastik, di rumah yang sedang di renovasi. Memgingat di tempat eyang, tidak banyak tempat untuk menaruh barang-barang seperti itu. Termasuklah, wadah/tempat alat-alat tulis.

Sudah masa sekolah, wadah alat-alat tulis serasa jadi item mutlak. Jani sudah minta sebelum sekolah dimulai untuk mengambil wadah alat-alat tulisnya yang masih tertinggal di rumah yang sedang di renovasi. Tentu saja emaknya malaslah bongkar-bongkar lagi, hahahaha...

Dari dulu, wadah alat-alat tulis anak-anak, saya buat dari kardus bekas. Kalo rajinnya kumat, maka penampakan wadah bisa cantik. Tapi kalau malas (dan keseringan ini nih), penampakannya akan biasa-biasa saja. Alasan emaknya, yang penting fungsinya, nduk wkwkwkwk ... 

Malam ini, ngepas juga kan dengan tantangan game level 9, soal berpikir kreatif, maka emak akhirnya bikin juga prakarya. Mencoba sekreatif mungkin dengan terbatasnya bahan (dan males banget utk cari kelengkapan bahan), apa yang ada di pake, buat penampakan prakaryanyapun sederhana. Lagi-lagi emaknya komen, yang penting fungsinya 🤣🤣🤣. 

Cuma ada stick es krim warna dan toples kaca kecil, jadi ya ... manfaatin saja semuanya. Jani buat wadah dengan stick ice cream, emaknya? Urusin toples kecil bin imut itu. 

Dan tralaaaaaa ... jadilah 1 set wadah alat-alat tulis milik Jani.

Yeeeiiii... wadah alat tulis baru


#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative







Komentar