Review 10 : Peter Pan Syndrome dan Cinderella Complex


Review kelompok terakhir di hari kesepuluh ini, mengangkat tema Peterpan Syndrome PS) dan Cinderella Complex (CC), bisa jadi tema pamungkas dari serangkaian tema yang sudah pernah dipresentasikan. Presentasi berjalan lancar, pembagian tugas antar anggota kelompok rata menyeluruh dan tepat waktu. 

Apa sih Peterpan Syndrome dan Cinderella Complex  itu? Peterpan Syndorem adalah gangguan kepribadian pada laki-laki yang sudah dewasa secra psikologis, sosial dan seksual tapi tidak menunjukkan kematangan. Keengganan laki-laki menjadi sewasa dan menerima tanggung uawab sekalipun fia bukan anak-anak lagi. 

Sedangkan Cinderella Complex adalah kecenderungan perempuan untuk tergantung secara psikis yang ditunjukkam dengan adanya keinginan yang kuat untuk dirawat dan dilindungi orang lain terutama laki-laki, serta keyakinan bahwa sesuatu/seseorang dari luarlah yang akan menolongnya.


Laki-laki atau perempuan yang tumbuh dewasa secara fisik haruslah diikuti dengan mentalnya yang juga berkembang secara dewasa. Mental dan sikap anak-anak yang dalam diri orang dewasa adalah sebuah bahaya yang fatal dalam berumah tangga. Bagaimana mungkin orang tua dengan PS dan CC ini bisa menjalankan peran sebagai orang tua, jika mereka sendiri masih belum matang. 

Tapi kenyataannya, kita banyak temui hal-hal seperti ini. Saya pribadipun pernah menjumpai kenyataan seperti ini. Anak-anak yang sudah tumbuh dan dewasa ini, sama sekali tidak bisa mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Untuk bernegosiasi soal gaji saja, mereka harus tanya dulu ke ibunya. Dan saya nggak berani membayangkan bagaimana rumah tangga mereka nantinya.

PP dan CC, seringkali juga muncul tidak hanya 'salah asuh' orang tua, tetapi bisa juga karena anak mengalami trauma pengasuhan oleh orang tuanya. Seperti ada 'dendam' pribadi yang harus mereka lampiaskan. Misal, trauma melihat sosok Ayah yang mentelantarkannya, maka mereka bertekad untuk mendapatkan sosok suami yang perhatian, baik dan bertolak belakang dari sosok yang membuat trauma. Well, beruntunglah kalau dendam pribadi tadi menjadi positif tapi, seringkali yang dijumpai adalah "copy paste" perilaku atau tindakan. 

Disinilah membangkitkan, menumbuhkan dan merawat fitrah seksualitas anak menjadi peran dan tanggung jawab yang maha penting bagi orang tua. Bagaimana kalau si orang tuanya sendiripun tidak optimal pertumbuhan fitrah seksualitasnya? Maka ...  seperti yang disampaikan oleh Ust. Harry Santosa, yang saya coba ringkaskan, hayatilah peran menjadi ayah bunda sejati dalam menjalankan peran dalam mendidik anak sesuai dengan fitrahnya karena hanya itu cara terbaik umtuk menyembuhkan diri kita sendiri.




#bundasayang
#fitrahseksualitas
#gamelevel11

Komentar