Review 7 : Menikah Dini dan Tantangan Gender Pada Usia Baligh



Presentasi fitrah seksualitas di hari ke tujuh ini, diisi oleh kelompok 9 dengan mengangkat topik "Menikah Dini dan Tantangan Gender Pada Usia Baligh"

Kelompok 9 menanyakan apakah menikah dini adalah solusi yang tepat untuk mengokohkan fitrah seksual anak? Mungkin pertanyaan ini muncul bisa jadi karena beberapa waktu lalu cukup viral berita tentang anak-anak SMP yang menikah di sebuah daerah di kepulauan Sulawesi. Tidak dapat juga kita pungkiri, masih banyak anak-anak di daerah pelosok, menikah di usia dini. 

Yang menarik, diskusi kemarin membandingkan dengan kondisi dan jaman dahulu, dimana menikah dini adalah hal yang lumrah dilakukan. Wanita telah menikah di usia 12 thn atau bahkan lebih muda dari itu. Menariknya, jaman dahulu, anak-anak yang menikah dini ini tidak serta merta hidup bersama, tapi mereka akan diajar dan dididik oleh keluarga untuk siap menjalankan hidup berdua pada saatnya tiba (biasanya pada saat menstruasi pertama atau di usia yang dianggap matang atau dewasa, 17 tahun). Dan sangat sedikit kasus-kasus penyimpangan fitrah seksualitas pada jaman itu. 

Nah situasinya jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Menikah di bawah usia seringkali terjadi karena anak terlibat pergaulan seks bebas. Sekarang inipun, banyak orang tua menikahkan anak di bawah umur dengan alasan, menghindari zina, faktor ekonomi, dan lain-lain. Benarkah alasan ini? 

Diskusi juga menyoroti tentang budaya masyarakat luar (negara Belanda) yang sangat terbuka dan juga well informed tentang hal-hal seperti ini. Mulai dari usia 6 tahun, anak mendapatkan informasi yang tepat dan benar tentang bahaya seks bebas. Ya, pemerintah ikut andil dalam penyedian informasi. 

Yang dapat saya simpulkan dari diskusi semalam, peran orang tua dalam menumbuhkan fitrah seksualitas haruslah didukung dengan baiknya informasi tentang hal tersebut dan juga pemahaman akan nilai-nilai agama. Apa bahayanya secara klinis dan sosial budaya. 

Secara keseluruhan, diskusi berjalan tertib, lancar dan on time. On schedule. Saya suka ... jadi pembahasan bisa fokus tidak terlalu melebar kemana-mana. Partisipasi masing-masing anggota kelompokpun cukup baik. Dan materi-materi penunjang, dikemas dengan rapi dan bagus. 


#bundasayang
#fitrahseksualitas
#gamelevel11

Komentar