Menemukan Ketrampilan, Menemukan Kekuatan Diri

Menemukan Ketrampilan, Menemukan Kekuatan Diri

Pekan ke dua di kuliah BunCek ini, kami diminta untuk mencoba menilik kembali apakah aktivitas yang bisa dan suka di jurnal pekan pertama itu adalah aktivitas yang sangat penting dan harus dilakukan.

Di pekan kedua ini juga kami dapat tambahan informasi mengenai kegiatan belajar dari mas  Pandu Kartika Putra tentang Meta Kognisi, Belajar Tentang Belajar. Intinya , sependek yang bisa saya pahami, bila kita akan tau dengan jelas bagaimana gaya dan proses belajar kita. Yang intinya dengan memahami dan menerapkan ini, maka proses belajar itu akan membuat kita bahagia menjalankannya.

Dipekan kedua ini, kami diminta untuk melihat lagi lebih jauh proses bekajar kami, melalui aktivitas-aktivitas di pekan pertama. Di pekan kedua ini, kita sudah digiring untuk menciptakan dan menentukan sendiri apa yang kita butuhkan.  Memilih apa yang kita butuhkan untuk proses belajar kita. Kitalah yang berinisiatif untuk diri kita sendiri. Dengan begitu banyaknya media belajar yang ada saat ini, kegiatan memilih yang kita butuhkan, memang membutuhkan kejelian kita apakah hal tersebut penting untuk kita.

Di pekan kedua ini, aktivitas yang masuk ranah suka dan bisa di jurnal sebelumnya, apakah membutuhkan tambahan ketrampilan? Tentu saja, penambahan ketrampilan di aktivitas suka dan bisa ini indikatornya adalah yang membuat diri sendiri menjadi semakin bahagia. Maka bila itu iya, maka tambahan ketrampilan ini harus masuk ke dalam kolom penting dan mendesak.

Jika kita merasa tidak perlu menambah ketrampilan kita perlu menelisik lebih lanjut, apakah ada faktor pengganggu yang bisa mengurangi rasa bahagia kita bila menjalankannya? Indikatornya adalah, saat kita melakukan aktivitas tersebut, seluruh anggita support dan idak ada protes dari anggota keluarga yang lain. Ini penting, karena kita tidak akan bisa melakukan hal dengan bahagia bila kita tidak dapat mencapai keseimbangan tersebut.

Nah, disini tantangannya. Kadang kita merasa apa yang kita lakukan dengan bahagia gak sejalan dengan apa yang diinginkan oleh orang lain (keluarga). Di jurnal inilah, kami diminta untuk benar-benar menilai dan menentukan apa yang kami butuhkan untuk menunjang kebahagian dan keseimbangan tersebut.

Jadi, inilah lima ketrampilan yang menurut saya mendesak untuk saya lakukan segera.


1. Belajar Membuat YouTube Channel
Saya merasa sangat sangat perlu untuk segera belajar tentang dunia per YouTube an. Tidak hanya soal videonyanya, tapi juga hal-hal dibalik itu semua. Saya merasa dengan saya tau banyak soal YouTube, maka saya mencoba untuk menemukan dan memilih media yang bisa cocok dengan kesenangan saya berbicara. Saya suka berbicara, tapi saya enjoy bila saya ada di belakang layar. Saya juga ingin mencoba media yang berbeda dengan yang selama ini sudah pernah saya lakukan.

2. Membuat content You Tube Channel
Membuat content ini menurut saya harus benar-benar dipikirkan. Agar contentnya nanti bisa berkesinambungan dan yang oasti bisa memberi manfaat u tuk orang lain. Content yang menarik dan bermanfaat itu, kayaknya akan jadi tantangan tersendiri dengan melihat banyaknya content-content yang gak jelas saat ini.

3. Ikut Workshop Bullying
Saya sangat tertarik dengan bullying. Selama ini saya hanya belajr melalui informasi yang saya ambil lewat internet dan membaca beberapa buku. Saya ingin ikut workshop sebagai penggiat antibullying, sebagai tambahan ilmu dan ketrampipan yang saya butuhkan untuk aktivitas yang saat ini sedang saya lakukan.

4. Time Management
Wah, ini sangat perlu saya lakukan. Kadang kegiatan saya lebih menjadi prioritas. Meski anak-anak dan suami maklum, tapi saya merasa bersalah lebih karena saya yang masih tidak pandai mengatur waktu dan jadwal.

5. Public Speaking
Meski saat ini saya merasa sudah memeiliki bekal untuk public speaking, tapi saya merasa perlu untuk meningkatkan kemampuan saya. Saya ingin saya bicara itu tidak hanya bicara tapi bicara yang bisa menggerakkan. Beberapa waktu lalu, saya meliaht ada beberapa kelas-kelas online berbayar yang ditawarkan. Semoga nanti bisa menjadi rejeki saya untuk bisa bergabung.

#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional

Komentar