Bahagia!
Kata ini memenuhi perasaan saya dalam beberapa hari di pekan ini. Kejutan-kejutan istimewa, satu persatu menghampiri. Ah, kado, bingkisan atau pemberian dari seseorang itu, apapun bentuk dan kemasannya, memang nggak pernah salah untuk bikin hati kita berbunga-bunga, right?
Di pekan ini tugas kami adalah memberikan kado kepada minimal 3 orang teman baru yang kemarin sudah berkenalan. Dan kami juga deg-degan untuk menerima kado. Siapakah dari mereka, teman-teman baru itu, yang akan mengingat diri kita? Sedihkah kita bila tak mendapat bingkisan dari mereka?
Wajarnya, mungkin iya yaaa ... tapi menyimak apa yang bu Septi sampaikan, esensi dari jurnal pekan ini adalah keikhlasan kita untuk memberi dan sensitifitas kita mengenai kebutuhan orang lain (teman kita). Saat kita memberi, buanglah harapan untuk berharap kembali. Jangan pernah lagi merisaukan apa yang sudah kita beri. Ah, kata-kata ini menyadarkan saya bahwasanya, apa yang harus membuat saya sedih bila nanti saya tidak mendapatkan hadiah dari teman-teman baru. Berpositif thinking saja, bisa jadi mereka merasa bahwa kita sudah cukup sehingga tak perlu diberi lagi, barangkali begitu ...
Maka, saya harus benar-benar melepaskan rasa berharap diberikan kado. Nggak boleh baper, kalau tidak ada yang mengingat saya untuk diberikan kado. Karena misi mimggu ini adalah MEMBERI, bukan MENERIMA.
Saat saya sedang memikirkan apa saja kado terbaik yang akan saya hadiahkan untuk teman-teman baru saya, qodarulloh, beberapa teman-teman baru yang ada dalam list saya, sudah memberikan kado terlebih dahulu. Pucuk dicinta ulam tiba. Akhirnya saya memutuskan akan memberikan kado yang saya siapkan untuk semua teman yang juga mengirimkan kadonya ke saya. Iya, kami berbalas kado, hahahaha. Dan karena keterbatasan waktu, saya hanya mampu melampirkan sebagian teman-teman di dalam jurnal saya. Dan inilah diantaranya kado-kado indah yang saya terima dan berikan di pekan ini.
- Kidung Buncek Jogja
Mbak Kidung memberikan saya materi tentang Public Speaking. Meski awalnya beliau pesimis kado ini tidak berkesan untuk saya, tapi sungguh saya suka, karena mbak Kidung membuatnya sendiri dengan aplikasi Canva. Ini membuatnya menjadi spesial te tu saja. Selain isi materi yang simpel dan padat, desain sederhananya cantik , saya suka. Saya membalas kado mbak Kidung dengan lampiran link video tentang mengajarkan hal baik ke anak laki-laki tentang memperlakukan perempuan. Ini videonya. Saya ingat, kami pernah asyik berdiskusi tentang ini. Kebetulan anak mbak Kidung adalah laki-laki. Alhamdulillah, beliau suka.
- Rita Buncek Gresik
![]() |
| Sumber pinterest |
Saya baru ngeh kalau mb Rita itu ternyata seorang dosen (pantesan beberapakali tetap kecolongan panggil saya ibu, meski saya sudah bilang, jangan pake embel-embel ibu mbak, saya kok serasa tua, eh .... hahahaha menolak menua ini mah sayanya). Mb Rita ada di keluarga manajemen emosi. Saya memberikan beliau quotes dan juga infographis (dalam bentuk art karikatur) tentang menangani amarah ini adalah kado balesan saya, karena sebelumnya mb Rita mengirimkan saya link youtube tentang "5 Cara Mengatasi Rasa Gugup". Aah saya butuh ini, buat nambah refrensi. Alhamdulillah, kami berdua, sama-sama senang dengan kado yang kami terima.
- Elif Buncek KalSel
![]() |
| Pic from mb Elif. So sweet banget kaaaaan 😍 |
Aaaah, kado mba Elif itu, menurut saya sederhana tapi sangat menyentuh. Mengambil salah satu foto saya bersama anak dan suami dari WA Story saya, dan membingkainya dengan sebuah hadits yang membuat saya menjadi sangat tersentuh, sebuah hadits tentang keutamaan memilki 3 anak perempuan yang bisa mengantarkan kami orang tua ke surga. Hadits ini juga menjadi pegangan saya dan suami. Kado dari mb Elif ini menjadi reminder saya, makasih banyak ya mbak, barakallah untukmu. Saya membalas kado mba Elif dengan link video tentang bagaimana mengajarkan anak laki-laki me jadi sosok yang baik, sama seperti yang saya berikan ke mb Kidung dari Jogja. Alhamdulillah, mba Elif sangat menyukai video tersebut.
- Cut Fitri Buncek Aceh
![]() |
| Contoh bagian dalam komik yang dikadoin mb Fitri |
![]() |
| Sumber pinterest |
- Nanik Buncek Surabaya Region Sidoarjo
Mbak Nanik yang gemar beberes dan menata rumah. Dan saat ini lagi menikmati berdiam di keluarga agama. Doa terbaikku selalu untukmu ya mbak, di keluarga manapun dirimu berada. Mba Nanik memberikan kado ke saya, tentang startegi berkomunikasi (Peran komunikasi Orang Tua Dalam Membangun pribadi anak yang taangguh) dalam bentuk file power point. Senang rasanya, kado-kado seperti ini tentu saja saya suka karena berhubungan erat dengàn apa yang saya kerjakan. Kado balesan saya buat mba Nanik, karena beliau hobi berbenah dan menata ruangan, maka saya berikan salah satu channel favorit saya ini, tentang sesuatu yang berhubungan dengan rumah. Channel hiburan yang memanfaatkan dan memberikan ide-ide sederhana yang briliant seputar rumah. Mungkin terkesan receh, tapi channel 5 minutes Crafts ini, sungguh sebuah channel yang jenius menurut saya. Dan alhamdulillah mb Nani menyukainya.
- Tutut Buncek Malang
Mbak pebisnis dari Malang ini mengirimkan kado cantik untuk saya quotes Oprah Winfrey, salah satu pubkic speaker yang saya kagumi. Ah, senang sekali dapat kado ini apalagi dibonusin sama mb Tutu, saya bisa sesukses Oprah huahanahaha. Doanya otomatis langsung saya aminkan, hehehehehe. Kado yang saya kasih ke mb Tutut, mungkin bukan yang sangat dibutuhkan beliau. Saya tautkan link mengenai Public Speaking for Business. Video ini mungkin bisa jadi selingan segar di saat mb Tutut sibuk berkutat dengan bisnisnya.
- Inak Buncek Jogja
Infographis tengang Speaking Habits yang merupakan kado dari mbak Inak ini, usefull banget buat saya yang kadangkala butuh infographis semacam ini saat masuk dalam kelas inspirasi di sekolah anak-anak saya. Senang sudah pasti. Dan saya membalasnya dengan tips yang saya comot dari youtube tentang menyetir, tepatnya Stop and Go di tanjakan. Karena awal-awal saya lepas gak pake sopir, saya harus kauasai triks ini karena contour jalan di kota Semarangkan memang naik turun dan sekolah anak saya, dulunyapun memaksa saya u tuk melewati rute seperti ini setiap hari. Jadi, saya harus mahir di tanjakan. Dan saya tau, untuk pemula, ini adalah bagian terberat, karena ada istilah setengah kopling yang harus kuta kuasai, suapa mobil tidak mundur, saat berhenti dan akan melaju setelah berhenti. Tips yang saya comot ini, cukup singkat dan mudah dipahami. Qadarulloh, mba Inak ternyata memang membutuhkannya. Alhamdulillah ... kado dari saya jadi bermanfaat untuknya.
Kadang kita enggan memberi kado karena takut respon si penerima tidak seperti yang kita harapkan.
Saya sering banget dapat kado yang kadangkala isinya jadi mubazir untuk saya. Bukan tidak suka diberi, tapi rasanya eman-eman. Perasaan eman-eman lebih karena barang yang dikasih bukanlah yang saya butuhkan dan inginkan. Tapi, apakah saya menolak menerimanya? Tentu tidak. Karena bisa jadi kado/bingkisan yang tidak kita butuhkan itu, entah kapan suatu saat akan kita butuhkan. Atau, bisa jadi juga, orang-orang di sekitar kita yang membutuhkannya. Jadi, menurut saya, adabnya menerima kado/bingkisan adalah menerimanya denhan penuh syukur dan bahagia.Perjalanan kemping kemarin, buat saya pribadi sungguh sangat membantu. Setidaknya saya punya gambaran, seperti apa sosok real teman-teman baru saya. Dan pekan ini, sungguh menambah rasa dalam perjalan di buncek ini. Berkali kali bu Septi menekankan, lakukanlah secara personal. Dan yes, sentuhan personal itu memang membekas. Saya merasakannya di pekan ini. Saya dan teman-teman baru ini, bisa merasa dekat karena merasa menjadi tau apa yang kami inginkan dan butuhkan.
Jadi ... ayo, mulailah untuk meningkatkan level rasa dari setiap tantangan. Saya juga masih belajar banyak banget untuk melakukannya dengan level yang berbeda meski tersandung sana sini.
Di pekan ini kita belajar bersama arti dari bahagianya memberi tanpa berharap imbalan apapun. Memberi ya memberi tak bersangkaut paut dia dengan imbalan yang akan kita terima. Belajar melepaskan dengan ikhlas, apa yang telah kita berikan.
#janganlupabahagia
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#jurnalminggu6
#institutibuprofesional
#kelasulatu








Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya