5 Tips Santai Di Rumah (Day3)


Taukan? Betapa sulitnya berbicara hal yang berbeda dari semua keyakinan yang sudah dipahami banyak orang. Menyatakan hal yang berbeda itu memang butuh effort yang besar dan juga butuh diri yang tangguh untuk menerima rekasi yang berlsbihan dan siap-siap untuk debat kusir!


Tantangan hari ketiga ini, saya mau berbicara yang baik-baik saja tentang virus Corona. Nggak, nggak berbicara soal virusnya, itu sudah ada ahli-ahli yang bahas, bahkan banyak, saya gak kompetenlah buat bahas ini, siapa saya, yekaaan?. Saya cuma mau bahas soal Social Distancing dan juga WFH dan banyak kejadian dan rekasi "nggapleki" dari teman-teman saya soal ini. Hei, tentu saja saya bahasnya dari pandangaku sebagai ibu beranak tiga, istri yang bawel, penggiat kampanye yang lagi hibernasi, dan pekerja lepas yang gak rajin-rajin banget ngantor, hahahaha

Jamak ya, akhir-akhir ini WAG kita tiba-tiba banyak bermunculan 'para ahli' dadakan. Mendadak jadi pakar virus, intelijen, agamis, dan banyak lagiiiii. Tapi gak sedikit juga yang jadi pakar masa bodoh!. Duh ... yang belakangan ini, bikin saya gemes.

Ada 5 tips ala aku untuk bisa 'santai' di rumah di tengah badai dan tsunami informasi soal virus Corona. Biar gak stress dan ujung-ujungnya kekebalan tubuh menurun.

  • Jangan Panik
Kita emang gak boleh panik. Berapa ribu kali peringatan ini disampaikan. Tapi tetap aja banyak orang panik. Emang gak boleh? Nggaklaaah ... panik itu bikin imun kita tutun, akal kita gak bisa mikir yang jernih. Waspada, itu yang paling tepat.
  • Cukup Di Kita
Please, jangan share berita-berita yang kita sendiri aja gak tau sumbernya kredibel apa nggak. Dapet dari temen, biasanya gitu. Duh, please ... cukup di kita deh beritanya. Kalau mau share berita-berita yang benar, share aja dari sumber yang resmi. Kan banyak tuh sudah diinfoin sumber-sumber yang resmi. Cari gih, jangan manja!
  • Patuhi Aturan
Suruh diam di rumah, lha malah nongkrong. Social Distancing, malah gerombolan. Wis, patuhi aturan itu buat kita selamat kok. Bukan kita aja yang melakukannya, tapi semua orang! Jadi, please jangan yang merasa paling menderita deh.
  • Nikmati Waktu Bersama
Banyak yang ngeluh, gimana nikmati waktu, tugas anaknya aja seabrek gitu. Tugas kantor jalan terus. Terus banyak yang ngeluh dengan sistem daring ini, anak malah main game bukannya belajar. Sampe mention-mention pak gubernur untuk mengkaji kebijakkan sekolah. Yaa .., salah anaknya situ donk. Emang dipikirnya Bapak/Ibu Guru juga gak puyeng apa? Mereka harus dengan seketika merubah rencana-rencana pembelajaran yang sudah disiapkan. Ayolah ... anak loe yang salah, jangan lembek deh ortunya.
  • Perbanyak Ibadah
Saatnya nih buat benerin ibadah yang selama ini hanya selepas menggugurkan kewajiban. Banyakin doa juga agar kita semua bisa melaluinya drngan selamat. Doakan pemimpin dan juga para pejuang di garda depan. Mereka berkorban demi kita. Kita cuma diminta diem di rumah tur manut anjuran. 

Dari semua ini, intinya, DON'T BE SELFISH. Gak penting banget nyalahin pemerintah, atau ngebahas kofar kafir, antek, teori konsipirasi, you name it saat ini. Saatnya kita tuh bareng-bareng berusaha untuk menghentikan ini. Ikut rasain donk apa yang selama ini sudah dilakukan oleh orang-orang yang berjuang di garda terdepan. Rasakan anggota keluarganya yang tiap detik was-was akan keselamatan orang yang mereka cintai. Kita berkumpul sama anak, pasangan kita dengan seabrek makanan. Mereka? Boro-boro ... mau minum aja ditahan sampe belasan jam.

Kalau kalian gak bisa ngerasain sedikit aja dari semua itu, emang ada yang salah sih dalam otakmu.



#tantangan30hari
#kelaskepompong
#bundacekatan
#institutibuprofesional





Komentar