Saatnya bongkar-bongkar!
Setelah minggu lalu kita diminta untuk peduli dengan keadaan sekeliling, dan sekaligus merasa bahagia karena menerima dan memberi hadiah untuk teman-teman baru, saatnya "beberes" keranjang sendiri, yeeeeiiiii. Ada apa saja di keranjang makanan sendiri. Jangan-jangan, terlalu banyak 'cemilan' dibanding 'makanan sehat (utama)', wah, bisa bahaya nih 😃.
Berdasarkan tujuan dari mindmap yang saya buat di kelas ukat-ulat, To be A Good Communicator/Influencer , dengan makanan utamanya All about Youtube, Bullying, Manajemen Waktu dan Public Speaking, maka dari keempat makanan utama ini, saya memfokuskan ke Public Speaking. Karena dari semua makanan utama ini, saya pikir, Public Speaking menjadi benang merahnya. Maka saya harus dan membutuhkan peningkatan ketrampilan dan kemampuan berbicara saya. Saya harus mendapatkan tambahan ilmu atau ketrampilan untuk ini.
Pada saat diminta untuk mencari keluarga, maka keluarga Public Speakinglah yang saya cari. Minggu yang heboh saat itu dan sekaligus mengusik rasa enggan saya yang hobi di pojokan untuk berkenalan dan bertemu dengan teman-teman baru, hahahahaha. Minggu yang mengawali saya harus bergerak untuk mencari 'saudara-saudara' senasib! Dan, alhamdulillah... menemukan 26 anggota keluarga yang sekarang sudah berkembang menjadi
67 orang! What amazed yaa ...
Perjalanan setelah mencari keluarga baru adalah memastikan saya dan teman-teman bahagia dengan keluarganya. Kami diberi kesempatan untuk mencari keluarga baru bila merasa butuh untuk mencari atau mencari makanan dari keluarga lain. Beberapa teman ada yang berpindah keluarga menjadi anggota tetap atau 'numpang' tinggal sementara, sambil mencicipi makanan yang ada. Saya sendiri memastikan untuk tetap tinggal di keluarga Public Speaking dan mencicipi beberapa makanan yang memang saya butuh dengan 'bertamu saja' lewat Go Live, diantaranya ke keluarga Video Fotografi dan Komunikasi.
Keluarga video fotografi sebenarnya ada di mind map saya sebagai makanan utama. Begitupun dengan keluarga manajemen waktu (yang memang belum saya intip Go Live nya, karena saya tahu, pasti banyak sekali makanan enak di sana, tapi saya masih belum siap untuk terlibat lebih jauh dan aktif, sabaaarrr ... ada saatnya saya akan bertamu ke keluarga ini). Saya memang memutuskan untuk menikmatinya lewat GoLive yang memang sangat terbatas waktunya. Untuk sementara ini saya merasa cukup. Saya sadar batas kemampuan saya dalam menyerap pelajaran. Bisa-bisa saya gumoh karena harus berbagi waktu, pikiran dan tenaga untuk hal-hal diluar kemampuan saya untuk menghandlenya, hahahahaha.
Beberapa cemilan saya nikmati lewat GoLive. Meski tak ada dalam mind map saya sebelumnya. Tapi saya merasa perlu juga untuk tahu tentang hal yang disampaikan, seperti golive dari keluarga seni olahraga herbal dan beauty. Nah, dari perjalanan menikmati sajian di hutan pengetahuan, ada beberapa yang memang saya anggap penting untuk melengkapi ketrampilan dan ilmu saya. Tapi untuk saat ini, saya merasa belum akan merubah mindmap saya. Masih ada menu utama yang belum saya makan sama sekali, yaitu manajemen waktu. Saya berharap, setelah hiruk pikuk dengan makanan-makanan yang cukup berlimpah ini, saya akan 'kunyah' pelan-pelan dulu. Bukan berarti saya tidak butuh, tapi saya harus mengatur nafas agar saya tidak mengalami sesak nafas dikemudian hari karena tsunami informasi. Saya mencukupkan makanan saya, agar saya bisa fokus akan kenikmatannya.
Perjalanana sampai dengan minggu ketujuh ini, mulai saya rasakan ujian untuk konsistensi dengan tujuan kita. Nggak gampang ternyata, hehehehe ....
Makanan utama adalah makanan terbanyak yang saya makan, yaitu tentang Public Speaking dan yang berhubunagn dengan kegiatan berbicara. Kenyangkah? Terus terang belum. Saya merasa masih ada yang kurang yang belum saya dapatkan. Demi mendapatkan apa yang saya inginkan dalam proses belajar ini, saya mencoba untuk melakukan keinginan saya, seperti yang pernah saya cantumkan dalam mindmap saya. Apa saja yang sudah saya lakukan untuk belajar tetap fokus dengan tujuan saya?
Selama proses belajar ini, saya merasakan rasa bahagia dalam menentukan metode dan hal apa saja yang tepat dan yang butuh untuk saya pelajari. Belajar tanpa paksaan dan belajar sesuai dengan yang kita inginkan itu, kayak lagi haus-hausnya, eeh disosdori es teh segelas besar, hahahahaha ... nikmat bangetkan? Saya menikmati proses belajar langsung dari nara sumber, baik secara online maupun off line.
Strategi belajar yang saya terapkan dalam proses belajar selama ini agar saya tetap fokus di makanan utama dalam mindmap saya adalah :
#janganlupabahagia
#kelasbundacekatan
#buncekbatch1
#jurnalminggu7
#kelasulatulat
#institutibuprofesional
Keluarga video fotografi sebenarnya ada di mind map saya sebagai makanan utama. Begitupun dengan keluarga manajemen waktu (yang memang belum saya intip Go Live nya, karena saya tahu, pasti banyak sekali makanan enak di sana, tapi saya masih belum siap untuk terlibat lebih jauh dan aktif, sabaaarrr ... ada saatnya saya akan bertamu ke keluarga ini). Saya memang memutuskan untuk menikmatinya lewat GoLive yang memang sangat terbatas waktunya. Untuk sementara ini saya merasa cukup. Saya sadar batas kemampuan saya dalam menyerap pelajaran. Bisa-bisa saya gumoh karena harus berbagi waktu, pikiran dan tenaga untuk hal-hal diluar kemampuan saya untuk menghandlenya, hahahahaha.
Beberapa cemilan saya nikmati lewat GoLive. Meski tak ada dalam mind map saya sebelumnya. Tapi saya merasa perlu juga untuk tahu tentang hal yang disampaikan, seperti golive dari keluarga seni olahraga herbal dan beauty. Nah, dari perjalanan menikmati sajian di hutan pengetahuan, ada beberapa yang memang saya anggap penting untuk melengkapi ketrampilan dan ilmu saya. Tapi untuk saat ini, saya merasa belum akan merubah mindmap saya. Masih ada menu utama yang belum saya makan sama sekali, yaitu manajemen waktu. Saya berharap, setelah hiruk pikuk dengan makanan-makanan yang cukup berlimpah ini, saya akan 'kunyah' pelan-pelan dulu. Bukan berarti saya tidak butuh, tapi saya harus mengatur nafas agar saya tidak mengalami sesak nafas dikemudian hari karena tsunami informasi. Saya mencukupkan makanan saya, agar saya bisa fokus akan kenikmatannya.
Perjalanana sampai dengan minggu ketujuh ini, mulai saya rasakan ujian untuk konsistensi dengan tujuan kita. Nggak gampang ternyata, hehehehe ....
Makanan utama adalah makanan terbanyak yang saya makan, yaitu tentang Public Speaking dan yang berhubunagn dengan kegiatan berbicara. Kenyangkah? Terus terang belum. Saya merasa masih ada yang kurang yang belum saya dapatkan. Demi mendapatkan apa yang saya inginkan dalam proses belajar ini, saya mencoba untuk melakukan keinginan saya, seperti yang pernah saya cantumkan dalam mindmap saya. Apa saja yang sudah saya lakukan untuk belajar tetap fokus dengan tujuan saya?
- Terdaftar (dan saat ini sedang mengikuti) di kelas online berbayar public speakingnya Pandji Pragiwaksono.
- Mendaftar di workshop public speakingnya coach Andra Hanindyo yang Insya Allah, dilaksanakan di Solo pada tanggal 14 Maret yang akan datang
- Mengerjakan The Kidness Project (Anti bullying project) untuk siswa SD dan SMP yang akan menjadi Pilot Project untuk sekolah-sekolah di wilayah Semarang Barat (disupport oleh DikNas sebagai program wajib di sekolah).
- Membuat channel youtube, meski belum begitu aktif mengisi contentnya.
- Pemateri kulwap tentang bullying (sharing) dan public speaking di beberapa komunitas. Ini sehubungan dengan niat saya untuk menambah jam terbang.
Selama proses belajar ini, saya merasakan rasa bahagia dalam menentukan metode dan hal apa saja yang tepat dan yang butuh untuk saya pelajari. Belajar tanpa paksaan dan belajar sesuai dengan yang kita inginkan itu, kayak lagi haus-hausnya, eeh disosdori es teh segelas besar, hahahahaha ... nikmat bangetkan? Saya menikmati proses belajar langsung dari nara sumber, baik secara online maupun off line.
Strategi belajar yang saya terapkan dalam proses belajar selama ini agar saya tetap fokus di makanan utama dalam mindmap saya adalah :
- Fokus dengan tujuan di mindmap
- Makan makanan yang memang dibutuhkan untuk membantu kita mencapai tujuan.
- Kontrol diri saat mencicipi makanan lain
- Mencari dan menciptakan kesempatan untuk belajar lebih banyak yang sehubungan dengan tujuan utama kita.
- Action.
Masih ada mimpi dan keinginan saya yang harus saya kerjakan agar bisa terwujud. Saya ingin mendapatkan sertifikasi sehubungan dengan keinginan saya menjadi konselor bullying yang bersertifikasi. Alhamdulillah, pada saat minggu yang lalu, salah satu teman baru, mbak Kidung dari Jogja, memberikan info bagus tentang bullying. Kami berdua cukup concern dengan bullying ini. Dan kebetulan, kepala sekolah tempat mb Kidung mengajar, mengambil disertasi tentang bullying. Saya sudah merencanakan akan berkunjung ke Jogja, bertemu mbak Kidung dan beberapa teman dan koleganya yang concern dengan bullying untuk diskusi dan bertukar pikiran. Pasti seru dan banyak dapat ilmu. Can't wait!
Jadi, ayo bongkar keranjangmu dan temukan dirimu lewat proses belajar ini. Refleksi di minggu ini, akan menuntun dan membimbing kita menjalani proses belajar ini dengan lebih baik pastinya. Dan, bahagia!
#janganlupabahagia
#kelasbundacekatan
#buncekbatch1
#jurnalminggu7
#kelasulatulat
#institutibuprofesional







Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya