Hi, Buddy!


Pekan kedelapan.
Dan ini adalah masa tenang selama belajar di tahap ulat-ulat. Dan tantangannya sungguh tidak membuat tenang (buat saya kali yaaa), looking for a buddy. Karena saya merasa tantangan minggu ini, all about my choice and heart. Wow!!!

Kembali, kami diminta untuk mencari seorang teman. Kali ini adalah teman yang akan menjadi sahabat kita dalam proses belajar kita ke depannya nanti. Seorang yang kita anggap mampu menjadi support system kita dalam proses belajar ini. Sahabat yang selalu ada saat-saat terendahnya kita. Saat-saat kita down dan bangkit lagi. Sahabat yang ada dalam suka duka kita melewati proses belajar ini. Seorang yang paham akan diri kita dan juga siap menjadi best support utk semua upaya kita.

Waduuuuuhhh ... trully, ini tugas berat buat saya. Sungguh bukan pekerjaan yang mudah dengan sifat saya yang picker dalam berteman dan karakter saya yang nyaman dengan lingkungan yang kecil, hangat dan intim. Agak sulit mencari, siapa yang kira-kira bisa menjadi buddy saya.

Dan proses itu akhirnya berbuah dengan bertemu dengan teman satu regional di IP Semarang. Mb Hanny Sarsa. Saya sudah mengenalnya selama saya ada di IP. Dari pertamakali di kelas matrikulasi. Sosok Hanny yang saya kenal, gak banyak basa basi dan cukup saklek dengan aturan. Membaca statusnya di FB yang menyatakan apakah ada yang belum mendapatkan buddy, entah kenapa saya tergerak untuk menghubunginya lewat japri. Menanyakannya apakah, dirinya benar-benar belum mendapatkan buddy. Akhirnya, kami sepakat menjadi buddy satu sama lainnya.

Yaaa ... kayak banyak orang bilang, berjodoh pek tonggo dhewe, wkwkwkwk ... rasanya seperti itulah per"buddy"an kami hahahahaha. Saya syukuri karena kami sudah cukup mengetahui sifat dan karakter masing-masing. Jadi obrolan kamipun berjalan mulus dan tanpa perlu 'penjajakan' lagi.

Dari obrolan saling mengalirkan rasa ini, kami menyadari banyak persamaan yang kami rasakan dalam kelas BunCek ini. Kami memilki tipikal yang sama, yang tidak mudah berkenalan dengan orang baru, dan merasa 'aneh' umtuk curhat-curhat dengan orang yang baru kami kenal. Yaaa, you know ini jadi satu jawaban kenapa saya akhirnya merepasa terKlik untuk menjaprinya setelah membaca statusnya di FB. Kami juga sama-sama sempat merasa tidak sanggup untuk bertahan di kelas BunCek, karena kesibukan kami. Hanny dengan kesibukan berbisnis, konselor dan juga babynya dan saya dengan kegiatan di ranah publik dan juga tugas-tugas sebagai ibu yang lebih banyak mondar mandir mengikuti kegiatan anak-anak. Rasanya, untuk busa intens dan aktif seperti teman-teman yang lain itu, sungguh sesuatu yang membutuhkan effort yang luar biasa.

Setelah kami mengalirkan rasa, kami bersepakat untuk dapat saling menguatkan dan menyemangati agar kami berdua dapat menyelesaikan proses belajar di kelas BunCek ini. Moto kami berdua, Wis Kadung Basah, Nyebur Sisan hahahaha ...

Ya kami berdua bersepakat untuk bertahan dan melanjutkan kelas BunCek ini. Toh, meski langkah kami rada terseok, kami merasakan hal-hal baik yang kami dapatkan dalam proses belajar ini. Hanny merasakan lebih merasa nyaman dengan proses belajar yang terencanan dalam mindmap. Lebih berani tampil di depan umum dan ingin berkembang lebih baik. Hanny ingin lebih berperan sebagai konselor menyusui. Its sound great, yep.

Sedangkan saya sendiri merasa bahwa di kelas buncek ini, tuntun untuk konsisiten dalam mencapai tujuan itu, mutlak perlu. Mindmap sangat membantu saya mengarahkan kemana langkah saya harus tertuju.

Menjadi buddy system untuk seorang teman adalah menjadi orang yang hadir di setiap prosesnya. In bad and good time. Kita lebih banyak memberi apa yang bisa kita beri untuk kesuksesan orang lain. Ini bukan soal kita, ini soal bagaimana kita bisa membuat orang lain bahagia dengan apa yang bisa kita lakukan. Karena tidak ada kesuksesan tanpa support orang-orang di sekitar kita. Dan ini, benar-benar sudah saya alami sendiri. Selama ini, saya menempati anak-anak dan suami sebagai system support saya. Dan saat ini, saya harus siap menjadi syatem support untuk Hann, my buddy. Kadang, teman kita hanya butuh kita untuk mendengarkan segala kegalauan dan kesusahannya, hanya butuh itu. Tidak yang lain. Kadang ada saatnya mereka hanya butuh bahu kita untuk bersandar, bukan yang lain.

" Jadi, yes ... we are talking about buddy system ... so we also talking about ourself. Kesiapan kita menjadi orang yang dapat diandalkan olehnya". 

Semoga, saya bisa menajdi buddy system Hanny yang baik.

#janganlupabahagia
#kelasbundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#kelasulatulat
#jurnalminggu8
#institutibuprofesional

Komentar