Menularkan Berbicara Yang Baik (Day6)


Meski kondisi sudah membaik, kayaknya saya tetap nggak boleh semena-mena dengan tubuh. Hari ini, saya masih membiarkan tubuh saya untuk istirahat lebih lama. Demamnya hilang sekarang tenggorokkan saya yang gantian minta perhatian. Kayaknya tubuh saya memang meminta perhatian lebih. Jadi baiķlah, saya gak boleh dzolim sama tubuh sendiri. Jalani aja semuanya dengan ikhlas dan sesuai alurnya, gak usah ngoyo.

Maka, hari ini saya menjalankan tantangan 30 hari berbicara kebaikan ini, dengan membantu mb Nayya (si mbarep saya) sebagai editornya dalam tugas pembuatan vlog tentang Corona. Saya membantunya untuk melihat the other side dari topik yang dia pilih seputar Corona.  Ada tiga sub tema yang ditentukan oleh gurunya dan mereka diminta untuk memilih sub tema dan membuatnya dalam format vlog dengan durasi maksimal 30 menit.

Saya cuma memberikan clue kepadanya apa yang kira-kira bisa dia kerjakan untuk vlognya nanti (saya nanti ijin dulu ya sama Nayya, apakah vlognya boleh saya share linknya atau tidak hahahaha) dan "sedikit menekankan" bahwa berbicara hal-hal yang baik selama social distancing ini adalah sebuah tindakan yang harus dan perlu. Dan dia setuju.

Pict : Google
Maka, kamipun juga sibuk searching mencari perkataan-perkataan baik selama wabah virus ini sebagai materi tambahan untuk vlognya.

Dan tantangan berbica kebaikan ini sungguh menemukan banyak bentuk bagi saya. Meski bukan saya langsung yang melakukannya, tapi kita bagian dari orang lain untuk melakukannya, bukankah itu sama?

Nilai : Satisfactory
Senang, karena berbicara kebaikan itu bisa memotivasi orang lain untuk melakukan hal yang sama




#tantangan30hari
#kelaskepompong
#bundacekatan
#institutibuprofesional


Komentar