Self Assessment. Yep, pekan kedua di menstorship program ini, kami diminta untuk saling menilai. Menilai diri sendiri terhadap kemampuan yang dimiliki selama ini. Menilai kemampuan kami saat ini, ada di level mana.
Sebagai mentor, tugas saya adalah melihat lebih jeli, apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan para mantee di kemampuan public speaking mereka. Melihat seberapa jauh dan baik keahlian mereka dan juga mendengar dan mencermati hal-hal yang menjadi hambatan mereka selama ini.
Sedangkan sebagai mantee, saya harus menilai kemampuan saya sendiri. Sudah sampai dimanakah kehalian saya selama ini. Apakah saya harus mempelajati hal yang baru sehubungan dengan peningkatan keahlian, atau saya harus memiliki ketrampilan khusus lainnya yang bisa menunjang kehalian yang saya butuhkan. yang menjadi kelamahan adalah ilmu yang akan kami asah di program mentorship ini.
Sebagai Mentor
Sebagi mentor, saya melakukan video chatting kepada teman-teman mantee saya. Kami mengobrol sekitar 30 menitan tentang self skills assessment ini. Saya menanyakan apa saja selama ini yang sudah mereka lakukan. Nyaman dan bahagiakah mereka dengan kondisi yang sekarang inì? Hal apa yang menurut mereka menjadi penghambat? Dan, apa tepatnya yang ingin mereka ubah atau tambahkan sehubungan dengan keahlian yang mereka miliki saat ini. Saya juga meminta para mantee untuk membuat satu video penampilan mereka sebagai public speaker setiap pekannya sebagai materi utama kami dalam berproses di program mentorship ini.
Dan inilah beberapa poin penting dari obrolan saya dengan teman-teman mantee mengenai skills level dan juga self assessment masing-masing.
1. Diyah Ayu Ristanti
- Hubungan kami di mentorship program ini adalah mentor dan mantee.
- Mbak Diyah lebih banyak tampil di lingkungan yang sudah dikenal (wali murid PAUD), dengan jumlah sekitar 20an orang.
- Merasa grogi saat akan memulai/tampil, tampak kurang percaya diri
- Body language dan gesture perlu diperbaiki
2. Niya Tulus
- Jam terbang mba Niya sebagai MC sudah cukup banyak, meski merasa belum bisa tampil maksimal
- Merasa perlu memperbaiki performance saat tampil sebagai MC, karena merasa "galak" dengan audience
- Ingin fokus di anchor
- Masih perlu meningkatkan skilss "how to say" yang enak
- Masih perlu memvariasikan obrolan dan content di podcast
- Masih minim spontanistas yang fresh
- Hubungan kami di mentorship sebagai mentor dan mantee
3. Sri Prihatiningsih (mbak Iyie)
- Memiliki pengalaman 20 tahun sebagai konselor kesehatan di Diknas Kesehatan di bebeberapa kota (berpindah tugas).
- Gesture dan body language perlu diperbaiki (mata lebih sering melihat ke atas, menghindari tatap langsung)
- Perlu peningkatan tempo, intonasi, irama dan artikulasi saat bicara
4. Lilis Setyowati
- Jadwal video chat saya dengan mbak Lilis pada awalnya gagal terlaksana karena kondisi mba Lilis yang tidak fit. Tapi akhirnya kami berhasil ber video chat, selama lebih kurang 30 menitan.
- Sebagai seorang ustadzah, sosoknya kalem dan mbak Lilis sudah memiliki 'gaya' penyampaian yang sudah baik. Jam terbang beliau juga sudah cukup tinggi dengan audience yang beragam.
- Yang ingin ditingkatkannya adalah bisa memiliki ilmu tambahan di public speaking yang bisa membantunya untuk mengajarkan orang lain (ustadzah2 lain)
- Belum bisa menentukan kekuatan utamanya sebagai speaker yang bisa menjadi ciri khasnya
- Untuk saat ini saya masih menerapkan hubungan mentor dan mantee untuk mentorship program ini.
Sebagai Mantee
Jadwal video chat saya dengan mba Mittya, mentor saya, gagal dilaksanakan karena beliau sakit dan jadwal saya dan beliau yang banyak tidak klopnya. Beberapa jadwal yang sudah disepekati terpaksa gagal dilaksanakan karena keadaan-keadaan tertentu yang tiba-tiba harus segera ditangani. Hingga jurnal ini saya tulis, kami belum bisa bervideo chat.
Sebagai mantee, saya sangat ingin tau bagaimana proses pendampingan itu dilakukan. Dan berharap mbak Mittya bisa memberikan arahan ke saya, untuk dapat memberikan pendampingan ke korban bullying yang selama ini saya hadapi. Karena belum pernah sama sekali menjadi pendampaing, maka saya akan banyak bertanya mengenai, apakah ada kriteria khusus pendampingan itu diberikan? Sejak kapan pendampingan mulai aktif? Sejauh mana pendampingan terlibat dalam kehidupan korban? Apa yang harus saya pelajari untuk bisa menjadi pendamping, dan banyak pertanyaan lainnya. Saya memang harus lebih banyak aktif menghubungi beliau untuk mentorship ini. Aktif juga untuk menanyakan, bagaimana proses yang akan dijalankan nanti. Sungguh saya tak memiliki gambaran bagaimana mba Miitya mengarahkan saya nantinya. Karena selama ini, mbak Miitya belum berbicara mengenai hal ini ke saya. Ya, barangkali mantee beliau banyak, jadi sayalah yang memang harus aktif untuk menghubungi.
Sebagai mantee, saya sangat ingin tau bagaimana proses pendampingan itu dilakukan. Dan berharap mbak Mittya bisa memberikan arahan ke saya, untuk dapat memberikan pendampingan ke korban bullying yang selama ini saya hadapi. Karena belum pernah sama sekali menjadi pendampaing, maka saya akan banyak bertanya mengenai, apakah ada kriteria khusus pendampingan itu diberikan? Sejak kapan pendampingan mulai aktif? Sejauh mana pendampingan terlibat dalam kehidupan korban? Apa yang harus saya pelajari untuk bisa menjadi pendamping, dan banyak pertanyaan lainnya. Saya memang harus lebih banyak aktif menghubungi beliau untuk mentorship ini. Aktif juga untuk menanyakan, bagaimana proses yang akan dijalankan nanti. Sungguh saya tak memiliki gambaran bagaimana mba Miitya mengarahkan saya nantinya. Karena selama ini, mbak Miitya belum berbicara mengenai hal ini ke saya. Ya, barangkali mantee beliau banyak, jadi sayalah yang memang harus aktif untuk menghubungi.
Setelah pekan kedua ini, jadwal mentorship program akan libur lebaran selama dua pekan. Cukup lama memang. Beberapa teman mantee, meminta kesedian saya untuk bisa dikontak atau dihubungi disaat liburan (mengirim video dan meminta saran dan masukan). Tentu saya senang karena saya merasa bahwa sudah muncul dari diri mereka kebutuhan untuk bisa bertumbuh lebih baik. Is it good, ha?!
Sepertinya ke depan, proses ini akan semakin asyik. Dan semoga saya dapat berperan sebagai mentor yang memilki keahlian yang dibutuhkan oleh mantee saya. Dan sebagai mantee, semoga saya bisa berkomunikasi lebih intens dengan mentor saya sehingga sisa 6 pekan ke depan ini bisa memberikan banyak pelajaran dan pengetahun baik yang berguna untuk meningkatkan skills saya.
#jurnalke2
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya