Pengakuan!
Ini adalah kata pertama yang tersemat dalam pemikiran saya saat bu Septi menjelaskan tentang False Celebration. Sebuah pengakuan yang jujur, sudah sejauh mana tujuan yang ingin saya capai itu berjalan? Melesat maju, melangkah timik-timik atau justru mandeg, grek!
Sebagai mantee, tujuan yang ingin saya capai, sebagai campign programmer anti bullying dan content creator Obrolan Bunda di anchor, saya merasa masih berjalan ditempat. Hal ini sudah saya sampaikan juga ke mentor saya bahwa saya masih sangat lamban sekali menjalankan tujuan saya. Bahkan boleh dikatan mandeg. Saya merasa belum ada perubahan dan juga aksi yang saya lakukan. Jadi memang masih sangat jauh dari tujuan. Saya sih merasa tidak dikejar terget harus 'sampai' tapi ini jadi semacam pembenaran saya gak maju-maju prosesnya. Ya, kosentrasi saya minggu-minggu ini masih terpecah dengan masalah intern yang seharusnya tidak memoengaruhi saya untuk aktif menjalankan mentoring saya.
Sebagai mentor, hampir semua teman mantee merasa prioritasnya masih belumm di program mentoring ini, masih dikalahkan dengan urusan domestik dan juga hal-hal yang bersangkut paut dengan manajemen waktu. Sewaktu kami bervideo call bersama, masing-masing saya beri waktu untuk jujur dengan apa yang sudah mereka lakukan dan apa yang menjadi hambatan dan rintangan pada waktu melakukannya. Masing-masing mantee juga mendapatkan masukan dari saya tentang apa yang selama ini menjadi kendalanya dan mencoba untuk memberi pemahaman baru bahwa perubahan yang mereka lakukan itu, niscaya untuk kebaikan mereka sendiri. Bukan untuk saya dan bukan siapa-siapa.
Jadi, berselebrasi dengan rasa tentang apa yang sudah dan akan saya dan juga teman-teman mantee saya lakukan di program mentoring ini, semoha saja menjadi lecutan baru untuk bisa kembali ke on the track pada tujuan yang sudah dibuat sebelumnya program mentoring ini.
#jurnalke5
#tahapkupukupu
#buncek1


Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya