Thank You To Be Part of My Journey (Jurnal Ke 7)


Minggu ini, kembali kami diminta untuk mengapresiasi. Saya lebih senang menyebutnya begitu. Mengapresiasi hal-hal yang terjadi dalam proses mentoring selama ini. Merayakan kesuksesan yang berhasil kami lalui. 


Sebagai mentor dan juga mentee, banyak hal yang saya rasakan. Belajar menghargai setiap hal-hal kecil yang terjadi. Belajar memahami diri sendiri dan orang lain. Belajar menghargai sebuah proses dalam pencapaian. Minggu ini, kami mengapresiasi semua rasa dan tindakan kami. Belajar menyatakan apa yang kami rasa dan pikirkan. Proses ini memang perlu, agar masing-masing dari kami tau peran dan posisinya. Dan buat saya, itu jadi bahan renungan yang penting. 

I am not a romantic person. Tidak bisa merangkai kata dengan indah. Jadi saat menyatakan perasaan, saya lebih banyak mengungkapkan secara logis hal apa yang saya rasa dan pikirkan. Alhamdulillah, mentor dan mentee saya nggak protes, hehehehe ...

Surat cinta mb Tya untuk saya 😍💝
Ini adalah surat cinta dari mentor saya. Mb Mittya (mb Tya) dan saya itu memang dua orang yang selalu ribet dengan urusan jadwal vidcall 😁. Susah bener untuk menyatukan jadwal. Tapi, saat kami sudah brrhasil berkomunikasi dan saling menyapa secara online, jatah waktu yang kami sepakati hanya sebentar, bisa molor panjang, hahaha. Ngobrol ngalur ngidul? Nggaaaaak. Kami ngobrol seru tentang project KLiK, profect kebaikan. Karena interest kami sama, obtolan itu jadi seru. Dan mb Tya adalah teman yang menyenangkan untuk ngobrolin hal tersebut. Karena memang backgraound pekerjaan beliau sebagai pendamping di Dinas Sosial Payakumbuh. Kalo sudah ngobrol, saya merasa ter"recharge" kembali. Anyway busway ... makasih banyak ya mbak Tya, yang sudah bersedia menjadi mentor saya dan dengan sabar mendengarkan isi kepala saya 😄
Ungkapan rasa saya kepada mb Tya, mentor saya 😍


Ungakapan rasa mb Iyie dan saya 💙💙
Sebagai mentor, saya mengirimkan empat surat ungkapan hati saya untuk teman-teman mentee. Keempatnya membalas surat saya dengan ungkapan-ungkaoan perasaan mereka ke saya. Saya sangat menghargai apa yang mereka tulis tentang saya. Bagaimana mereka melihat saya dan apa yang mereka dapatkan dari saya selama ini, sungguh berarti buat saya. Yep, menyatakan perasaan itu memang perlu. Rasakan deh ... perasaan hangat yang muncul saat kita baca surat-surat cinta itu, buat saya sungguh priceless

Ungkapan rasa mb Niya dan saya 😙
Kadang kita merasa sudah tepat bertindak dan bersikap tapi kita lupa bahwa harusnya yang menjadi tolak ukur penilaian itu adalah orang lain yang berhubungan dengan kita. 

Sama halnya dalam hubungan kita di keluarga. Entah ke suami dan anak-anak, ungkapan rasa itu perlu ada. Beberapa kali saya sempet "protes" ke pak suami kenapa sekarang saya sudah nggak pernah dapat kejutan-kejutan romantis lagi? Meski memang bukan tipenya, tapi kejutan romantis sebagai ungkapan rasa itu, sungguh perlu untuk memberi rasa dan warna yang lain. 

Ungkapan rasa mb Lilis dan saya 🤗
Begitupun kepada anak-anak, saya cukup rutin meminta mereka menuliskan tentang saya. Apa yang mereka rasakan dan harapkan dari bundanya. Kenapa rutin? Karena saya pun terkadang masih up and down dalam membersamai mereka. Jadi, ungkapan rutin ini, saya butuhkan. Dan perasaan yang sama itulah yang saya rasakan di program mentoring ini. 

Ungkapan rasa Mbak Diyah dan saya
Membersamai teman-teman mentee membuat saya meyakini bahwa setiap kami punya tujuan dan peran masing-masing di real life kami. Saya belajar  menerima dan memehami apa yang menjadi tujuan mereka. Meski kadangkala saya memiliki gambaran dan tujuan sendiri terhadap mereka. Hahahhaha ... saya harus bisa menbkompromikannya. Dan tugas saya adalah membimbing mereka menuju ke sana. 

Surat-surat cinta dari mentor dan juga mentee saya, sedikit banyak memberi gambaran apa yang selama ini sudah saya lakukan. Meski saya masih merasa sangat kurang maksimal, tapi saya mengapresiasi diri saya sendiri dengan rasa bangga bahwa mentor dan mentee saya menanggaoi secara positif program kentoring ini.

Me as a butterfly 
So, di tahap kupu-kupu ini, saya merasa akan bermetomorfosa menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Berbagai warna yang menghiasi sayap saya, merupakan gambaran berbagai pengalaman rasa selama proses program mentoring ini berjalan. Apa yang saya rasakan, alami dan lakukan selama ini, menciptakan warna-warna yang indah di sayap kupu-kupu saya. Cantik ya? Saya berharap, mentor dan teman-teman mentee saya juga menjelma menjadi kupu-kupu yang cantik. Bermetamorfosa menjadi versi terbaik.

#jurnalke7
#tahapkupu-kupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Komentar