Memasuki tahap kedua di Virtual Conference ini, saya memutuskan untuk mengambil peran sebagai speaker. Alasannya lebih ke jadwal sehari-hari. Sebagai pekerja di ranah publik, saya harus pinter-pinter juga untuk membagi waktu. Dan di tahap kedua ini, sepertinya jadwal saya agak longgar. Jadi, keputusan untuk mengambil peran sebagai speaker di tahap ini, menurut saya adalah waktu yang paling tepat.
Karena saya bukan orang yang nyaman untuk on cam, bukan berarti tidak bisa, maka live streaming rasanya cukup menegangkan juga. Apalagi ditambah sinyal yang gak stabil, dan perpindahan media yang saya pakai, dari laptop ke hp dengan platfoarm streamyard di YouTube Hexagon City. Huhuhuhu ... lumayan bikin jantungan juga.
Topik yang saya bawakan adalah seputar Podcast. Playground bermain saya selama ini di Ibu Profesional. Sharing tentang apa yang saya ketahui tentang podcast dan bagaimana membuat podcast yang baik versi saya. Saya sadar, tema ini bukan tema yang diminati banyak orang. Ini tema yang sangat spesifik ditengah badai tema parenting, komunikasi dan seputar Ibu dan Anak.
Selain sebagai speaker, saya juga masih asyik menjadi partisipan (LS Enes Kusuma) dan bumblebee (LS Animata, Wildaini, dan Wita Maulida). Dan hari ini (Selasa, 16 Februari 2021) saya memutuskan untuk menjadi butterfly. Mau merenung dulu, apa yang sudah saya dapat dari kemarin-kemarin. Sepertinya kemarin saya agak terlalu rakus untuk bisa mengahdiri semua. Ini juga karena kondisi tubuh lagi gak fit. Tepar, butuh istirahat.
Hexagon City Virtual Conference ini akan berlangsung sampai 22 Februari 2021. Masih tersisa beberapa hari ke depan. Masih banhak ilmu yang bertebaran. Ganbatte!
#jurnalzonaO
#hexagoncity
#hexagonia
#kuliahbundaproduktif
#institutibuprofesional
#hexagoncityvirtualconference
Foto-fot screenshoot sebagai participant dam bumblebee tidak dapat saya upload karena belum meminta ijin kepada yang bersangkutan.




Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya