Akhirnya kembali ke 'kampus. Alhamdulillah.
Memutuskan untuk melanjutkan tahapan belajar di Institut Ibu Profesional, di kelas Bunda Saliha ini, saat itu menjadi bagian yang cukup pelik untuk saya. Meski sebelumnya saya mantap untuk lanjut, di tengah masa tenggang banyak hal-hal yang terjadi diluar perencanaan saya, keraguan untuk melanjutkan jadi semakin nyata. Ditambah dengan kondisi kami sekeluarga terpapar Covid-19, membuat keraguan semakin bertambah, lanjut atau tidak.
Tapi, perasaan merugi dan juga penasaran untuk melanjutkan ke tahap Bunda Saliha jauh lebih besar dari rasa keraguan, maka Bismillahirrohmannirrohim, mantaplah saya untuk melanjutkan kelas Bunda Saliha bersama ratusan mahasiswi lainnya.
Every Mother are Change Maker, menjadi slogan yang melandasi apa yang akan kami kerjakan di tahap Bunda Saliha ini. Berkarya untuk bermanfaat. Karya yang nantinya akan kami hasilkan adalah karya yang kami gali dari masalah yang selama ini kami rasakan. Masalah yang nantinya akan memiliki solusi dan akan menjadi manfaat untuk banyak orang. Itulah yang kurang lebih kami kerjakan dalam kurun waktu enam bulan ke depan (hingga Desember 2021).
So, mari kita mulai dengan langkah paling awal dari perkuliahan di Bunda Saliha ini, Mengidentifikasi Masalah (yaitu menentukan masalah, mengenalnya sebagai masalah kita, dan bagaimana kita mengetahui bila masalah tersebut sudah dapat kita atasi).
1. Masalah Saya
Sudah cukup lama saya concern dengan masalah bullying. Sejak 2017, saya melakukan kampanye anti bullying ke beberapa sekolah SD di Semarang dengan beberapa teman. Fokus dengan memberikan informasi baik tentang bullying. Dan akhir-akhir ini, perhatian dan keprihatinan saya bertambah dengan semakin banyaknya perempuan melakukan bullying terhadap perempuan lain. Semakin sering kita melihat, mendengar dan menyaksikan (mungkin) kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan. Kondisi-kondisi seperti ini, sungguh membuat saya sedih, marah, kecewa dan juga prihatin.

2. Mengapa Ini Menjadi Masalah Bagi Saya
Masalah bullying (perundungan) yang semakin hari semakin sering kita lihat, dengar dan saksikan dalam dunia sosial dan kehidupan sehari-hari, sangat mempengaruhi emosi saya. Rasa marah, sedih, gemas dan juga prihatin yang mendalam saat saya mendapatkan informasi seputar kasus-kasus bullying. Rasa ini juga sekaligus mendorong saya untuk melakukan sesuatu. Dari perasaan ini saya memahami bahwa bullying adalah masalah kita bersama dan mulailah dari kita untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.
3. Bagaimana Tahu Kalau Masalah Ini Sudah Selesai?
Saat saya mulai terjun secara langsung untuk terlibat dalam tindakan anti bullying, saya merasa masih banyak yang bisa saya lakukan untuk membantu mengatasi hal ini. Cara yang paling mampu untuk saya lakukan adalah saya akan mulai dengan mengedukasi dan juga menginformasikan hal-hal yang baik dan benar. Memiliki wadah (platfoarm) untuk melakukan hal tersebut, setidaknya menyelesaikan masalah yang saya miliki.
4. Problem Statement
Dibagian templete Problem Statement, saya rangkum identifikasi masalah saya (apa masalah-masalah yang saya rasakan, bagaimana hal tersebut menjadi masalah saya dan bagaimana mengetahui seleai tidaknya masalah tersebut). Templete ini tentunya memudahkan saya (dan barangkali orang lain) untuk berdiskusi dengan teman-teman lain di kelas Bunda Saliha terkait masalah yang sama.
5. Analisa Akar Masalah
Di templete ini, kami diminta untuk menganalisa akar masalah dengan cara menuliskan kembali masalah-masalah yang saya hadapi dan mencari apa yang sebenarnya menjadi akar masalahnya.
Dari mencoba memahami masalah-masalah saya dan juga pengalaman aktif dan terjun langsung kekegiatan anti bullying dapat disimpulkan akar masalah dari bullying ini diantaranya adalah :
1. Banyak orang tidak paham dampak dari bullying dan semakin permisif dengan tindakan kekerasan.
2. Orang tidak menyadari dampak bullying terhadap perkembangan psikis seseorang, sehingga tindakan bullying acapkali dianggap biasa, patut dan wajar.
So, ditugas pertama jurnal di kelas Bunda Saliha ini, saya sudah jelas memahami apa yang menjadi masalah saya dan bagaimana cara saya mengatasinya. Identifikasi masalah di tahap awal ini sungguh membantu saya untuk membuat guidance ataupun path yang akan saya kerjakan enam bulan ke depan.
Wish me luck 👌🏻
#materi1
#identifikasimasalah
#ibupembaharu
#bundasaliha
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestakaryauntukindonesia
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya