Membangun Sebuah Tim Tangguh

Waktu dua minggu itu... rasanya waktu yang tidak akan cukup untuk mengerjakan jurnal dari materi kedua ini. Tepatnya kami diminta untuk mencari tim yang memiliki permasalahan yang sama atau beririsan dengan permasalahan kita. Tim ini nantinya akan bekerja sama dengan kita sampai akhir masa perkuliahan. Darimana sajakah timnya? Darimana saja, tidak terbatas hanya mahasiswi kelas Bunda Saliha, ataupun mahasiswi Ibu Profesional. Terbuka untuk umum.

Bagaimana cara mendapatkan teman-teman yang sepaham, seide dan memiliki kepedulian serta tujuan akhir yang sama dengan kita? Yep, kami mengawalinya dengan kampanye. Kampanye di media sosial kampus Ibu Pembaharu tentang diri kita, problem statement kita, tujuan dan rencana kita sehubungan dengan permasalahan kita. Untuk teman - teman yang tertarik bisa bergabung atau kita bisa merekrut orang lain untuk masuk ke tim kita. Saya memutuskan untuk kampanye di facebook yang akhirnya mendapatkan empat orang teman lainnya, Dian, Dini, Marita dan Rahma. Inilah kampanye saya, sila untuk disimak di sini . 

Selanjutnya, kamipun mulai saling berkomunikasi, meski terhambat sinyal dan juga jam online yang berbeda-beda, tetap kami usahakan. Mungkin belum optimal, tapi cukuplah untuk tahu bagaimana alasan teman-teman bergerak di permasalahan tersebut dan apa yang membuat kami berkumpul. Kami diminta untuk membuat storyboard project yang akan kami laksanakan. Sila untuk cek link ini.

Diskusi kamipun berlanjut untuk memetakan apa-apa saja soft skill dan hard skill yang dimiliki oleh masing-masing kami yang tentunya itu akan bermanfaat untuk pelaksanaan projek tim. Dan ternyata, beberapa dari kami memiliki banyak kemampuan yang sama. 


Setelah melakukan pemetaan terhadap soft skill dan hard skill masing-masing orang di tim, maka dikelompokkanlah masing-masing orang yang memiliki peran dan tanggung jawab yang sama atau saling mendukung.


Projek ini adalah projek tim, projek bersama. Kami berlima punya mimpi yang sama untuk bisa saling support buat teman-teman perempuan yang mungkin saat ini sedang berjuang untuk lepas dari kekerasan yang dialaminya. Women support women. Kami meyakini, tak ada usaha yang sia-sua, sekecil apapun itu. 

Tim adalah sekumpulan orang pemberi manfaat, bukan penerima manfaat (Septi Peni Wulandani) 

#materi2 #membanguntimyangsolid #ibupembaharu #bundasaliha #darirumahuntukdunia #hexagoncity #instituibuprofesional #semestakaryauntukindonesia

Komentar