Jurnal keenam! Bagaimana? Nafas aman? Hahaha, saya sih sudah mulai ngos-ngosan. Ditambah dengan anggota tim yang punya kegiatan dan jadwal lain, selain di Ruang Bicara. Kadang, beberapa rencana yang sudah disusun tidak dapat dijalankan. Memang butuh komitmen besar untuk bisa konsisten dengan apa yang sudah kita pilih.
Jurnal keenam ini, terus terang saya merasa anggota tim tidak sepenuhnya paham mengenai pengisian templete yang dimaksud. Meski saya mencoba untuk menjelaskan detail, tetapi ada beda persepsi. Tapi secara garis besar, masing-masing dari kami memahaminya. Naik turunnya semangat teman-teman dalam tim, saya sangat memahaminya bahwa ini adalah sebuah dinamika dari tim, ada pasang surutnya.
Di jurnal keenam ini, saya lebih menilainya sebagai sebuah perencanaan aksi yang matang. Bagaimana aksi kita disusun dan dijalankan oleh tim dengan menggunakan dan memanfaatkan teknologi. Bagaimana aplikasi-aplikasi ini bisa membuat perancanaan yang akan mempermudah tim untuk menjalankan aksinya. Tidak hanya mudah menjalankannya, tapi juga untuk mengontrol kinerja. Beberapa aplikasi yang direfrensikan oleh Ibu Septi, sewaktu memberi kuliah umum, ada yang kami coba. Tetapi, balik lagi, teman-teman lebih nyaman dengan 'cara dan model yang lama'. Alasannya bermacam-macam, mulai dari sudah terbiasa dengan yang lama, ribet untuk mempelajari aplikasi yang baru sampai dengan gadget yang tidak support bila mendownload aplikasi baru. Yep, sesuatu yang baru itu memang butuh proses untuk diterima dan membiasakannya. Jadi, pelan-pelan dulu sajalah untuk megenalkan beberapa apikasi baru ini agar kami terbiasa.
Di jurnal keenam ini, kami diminta untuk lebih detail merinci perencanaan aksi tim. Karena aksi di tim Ruang Bicara ini sudah dilaksanakan sebelum materi keenam berlangsung, maka dalam pengisian templete, kami mengambil contoh dari apa yang sudah kami lakukan (ada satu kegiatan yang belum kami laksanakan, yaitu Webinar). Perencanaan ini merupakan rutinitas yang sudah dilakukan oleh tim Ruang Bicara.
Selain perencanaan aksi tim, kami juga diminta untuk mendata apa saja hal-hal yang kami butuhkan dan gunakan dalam melaksanakan aksi. Ditemplete juga dirinci, bagaimana cara kami mendapatkan hal yang kami butuhkan dan untuk keperluan apa hal tersebut kami pakai.
Masih banyak aksi yang sudah dalam perencanaan kami selanjutnya. Seperti bagaimana menaikkan jumlah follower di akun sosial kami, coaching offline, RuBi goes to School, webinar rutin, dan lain-lain.
Semua perencanaan tentunya akan baik bila dijalankan! Semangat untuk diri sendiri dan untuk teman-teman dalam tim. Semoga tak pernah ada hal yang sia-sia yang kita lakukan.
#aksiuntuksolusi #ibupembaharu #bundasaliha #darirumahuntukdunia #hexagoncity #institutibuprofesional #semestakaryauntukindonesia #ibuprofesionaluntukindonesia
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih untuk hadirnya