Materi 7 : ApresiAKSI

Kalau boleh jujur, inilah materi terberat sampai saat ini, selama mengikuti perkuliahan di Bunda Saliha. Saya sampai berulang-ulang memutar ulang rekaman Ibu Septi tentang materi ini, sampai 'mendekati' paham, hahahaha. Semoga pemahaman saya tentang materi ke & ini nggak salah, karena saya punya tanggung jawab untuk kembali menyampaikan dan menjabarkannya ke teman-teman tim Ruang Bicara. Meskipun akhirnya teman-teman satu timpun sama bingungnya! Aha!!

Secara garis besar, materi ke 7 ini menuntun kita untuk mengetahui dampak dari aksi yang kita lakukan. Siapa yang terdampak? Bagaimana mengukurnya? Dengan cara apa? Tidak hanya itu, kita juga belajar tentang metodelogi, theory of change, yang bisa mengurai aksi kita dan bagaimana kita bisa melakukan pola pengaturan  segala resiko yang mungkin terjadi dalam projek, semacam risk management (sssssttt, banyak memang istilah-istilah "keren" yang terasa berat di telinga saya, wkwkwkwk).

Di awal, kami diminta untuk menilai pentingnya analisa dampak sosial untuk aksi tim. Apakah berdampak langsung kepada target yang ingin dicapai? Sejauh ini kami menilai apa yang kami kerjakan masih on the track. Dilihat dari respon teman-teman terhadap apa yang sudah kami lakukan melalui postingan di akun sosial, live performance, video pendek, ataupun webinar. Respon yang kami terima semakin membuat kami yakin bahwa apa yang kami kerjakan bermanfaat untuk teman-teman yang membutuhkannya. 

Menguraikan setiap aksi yang kita kerjakan ternyata membuat saya semakin menyadari gambaran besar bagaimana aksi ini nanti terlihat atau berjalan. Penting untuk semua orang yang ada di tim kita paham step-step uraian aksi ini, agar tetap on the track dan dapat menjalankannya dengan komitmen penuh.

Seringkali, meski sudah diuraikan secara detail, dan bagaimana aksi ini akan berjalan, yang terjadi adalah asumsi ataupun ekspektasi akan hasil berbeda. Di materi ketujuh ini diingatkan bahwa tidak ada hasil yang gagal, yang ada adalah hasil yang belum sesuai. Maka memantau aksi yang kita lakukan adalah WAJIB. Karena dari sini kita paham bahwa aksi kita saat ini "jalan ditempat" saja atau bisa berjalan meski pelaaan sekali? Maka, di materi kali ini, kami diminta untuk memantau dan mengevaluasi dampak aksi kami. Menggunakan cara, The Logic Model. Dari menguraikan The Logic Model ini, saya jadi paham mengapa kerjaan tim menjadi banyak melesetnya, hehehehe 

Setelah jelas apa-apa saja yang menyebabkan aksi ini berjalan, mandeg atau berhenti sama sekali maka kami jadi lebih paham apa saja yang selama ini menjadi resiko. Bagaimana kami menyikapi segala resiko dengan tetap bahagia menjalankan aksi. Di Risk Management, ada empat pilihan sikap yang bisa kami lakukan sebagai tim, untuk bisa mengantisipasi resiko gagal. Apakah kami akan menerima semua resiko tersebut (Accept), atau berusaha mengurangi dampaknya (Mitigate), atau mengalihkannya ke pihak ketiga (Transfer) atau menolak, menghilangkan penyebab terjadinya resiko (Avoid). Untuk tim Ruang Bicara., saat ini kami memilih sikap MITIGATE, untuk berbagai resiko. Mencari berbagai cara agar kami mampu mengatasinya berbagai resiko aksi dengan lebih bijak.

 

Dan diakhir jurnal ini, kami juga diminta untuk kembali menentukan hal-hal apa saja dalam aksi kami, yang harus kami STOP, CONTINUE and START. 



Fokuslah dengan apa yang ada dan yang bisa kita kerjakan. Sesuatu yang terlalu berat dan tidak mungkin untuk dilakukan, tinggalkan. 


#materi7 #apresiasiAKSI #bundasaliha #ibupembaharu #institutibuprofesional #ibuprofesional #ibuprofesionalforIndonesia #semestakaryauntukindonesia #

Komentar